Pada 12 Mei 2025, banjir besar kembali melanda Samarinda. Hujan turun lebat sejak dini hari dan dalam waktu singkat, sebagian besar wilayah kota tergenang.
Pemerintah kerahkan helikopter untuk kirim 4 ton bantuan pangan dan nonpangan ke Sumbar pascabencana. BNPB, TNI, dan Basarnas mengoptimalkan distribusi bantuan.
Lima daerah di Sumatera Selatan mengalami kebakaran hutan. 92 kali water bombing dilakukan untuk memadamkan api, dengan luas lahan terbakar 9,7 hektare.
Warga Kampung Braga, Bandung, hidup dalam ketakutan banjir. Eneng berharap relokasi yang layak dan manusiawi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
Warga Desa Pawidean, Indramayu, terkejut saat ular sanca sepanjang empat meter muncul di permukiman. Petugas Damkar berhasil mengevakuasi ular tersebut.
Ratusan warga di Muratara, melakukan aksi demo menolak penambangan emas di Kecamatan Rawas Ulu yang mencemari sungai. Dalam aksi itu, warga memblokir jalan.