Polisi mendalami terkait uang yang digunakan Kopda Muslimin untuk membayar penembak istrinya. Polisi menyebut uang itu diduga berasal dari mertua Kopda M.
Muslimin menyuruh orang untuk meminta uang Rp 120 juta ke mertuanya dengan alasan untuk membayar rumah sakit. Ternyata uang itu untuk membayar penembak istrinya
Eksekutor penembakan istri TNI di Semarang mengaku sempat dimarahi Kopda Muslimin ketika telat ke lokasi kejadian dan gagal menembak kepala korban RW (34).
Kopda Muslimin terungkap meminta istrinya ditembak di kepalanya. Namun eksekutor yang dikirim Kopda Muslimin tak tega sehingga hanya menembak perut korban.