Kopda Andreas Dwi Atmoko, salah seorang anak buah Kolonel Priyanto mengungkapkan detik-detik sebelum terjadinya tabrakan yang menewaskan sejoli Handi-Salsa.
Dua bocah di Pangandaran tewas usai ditabrak motor gede (moge) Harley Davidson. Kini, dua penabrak mati bocah itu sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka.
Kolonel Priyanto kembali menjalani sidang kasus pembunuhan sejoli Handi dan Salsa di Nagreg. Ada 9 saksi yang dihadirkan pada sidang pemeriksaan kali ini.
Seorang anak pejabat di Pemkab Seluma, Bengkulu, berinisial F (22) ditetapkan tersangka penyebab kecelakaan yang menewaskan sopir pikap bernama Taufik Sumantri.
Klub Moge Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kota Bandung akan memberikan pendampingan hukum bagi anggotanya yang menabrak tewas bocah kembar di Pangandaran
Kopda Andreas menjelaskan peristiwa sebelum insiden Handi-Salsa di Nagrek, Jawa Barat. Dia mengungkap aktivitas Kolonel Priyanto sebelum peristiwa itu.
Etes Hidayatullah, ayah Handi, sempat berupaya mencari putra kesayangannya yang menghilang setelah ditabrak. Pencarian selama 10 hari itu justru berbuah pilu.
Polisi mengungkapkan jalan yang minim penerangan menjadi salah satu penyebab anak pejabat di Bengkulu menabrak sopir pikap menggunakan mobil dinas hingga tewas.