Terkait sampai kapan produk itu ditarik, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan, pihaknya menunggu ketegasan pemerintah.
"Saya dikirimkan rencana unjuk rasa dari masyarakat atau mahasiswa yang menginginkan beras yang terindikasi oplosan supaya tidak di-display," kata Solihin.
Satgas Operasi Damai Cartenz menilai KKP lebih berbahaya dari KKB di Papua, menyebarkan propaganda separatisme melalui jaringan mahasiswa dan ideologi.