Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, menyampaikan permintaan maaf yang langka setelah pasukan keamanan junta menembak mati seorang biksu terkemuka.
Sebanyak 20 papan reklame di Jalan Rajawali dan Jalan Veteran Surabaya ditertibkab Satpo PP. Sebab rekalme tersebut tak berizin atau masa tayangnya sudah habis.