Sebuah angkot di Kota Bandung mencuri perhatian. Angkot ini berbeda dari angkot lainnya yang mondar-mandir di jalanan. Lantainya berkeramik interiornya ciamik.
Pemberlakuan grafik perjalanan KA (Gapeka) berdampak kurang baik bagi penjual sate maranggi khas Purwakarta. Sebab, pengunjung yang datang menjadi menurun.