Kecelakaan kerja terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sebuah lokomotif kereta yang diduga digunakan untuk memasang rel kereta cepat anjlok.
Ahli balistik mengungkap ada serpihan peluru di jaringan otak Brigadir N Yosua Hutabarat. Selain itu, ada anak peluru yang ditemukan di punggung Yosua.
Ahli poligraf Adi Febrianto Ar-Rosyid menerangkan bahwa tes poligraf yang dilakukan terhadap Ferdy Sambo dkk saat proses penyidikan memiliki akurasi tinggi.