Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan 16 korban jiwa. Masyarakat menunjukkan simpati dengan meletakkan bunga dan doa.
Lantai 2 Stasiun Bekasi Timur dipenuhi bunga untuk mengenang para korban kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo. Kasus kecelakaan ini naik ke tahap penyidikan.
Peristiwa tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur tewaskan 16 nyawa. Warga mendatangi lokasi menyampaikan belasungkawa dengan tabur bunga.
Korban meninggal dalam kecelakaan mobil rombongan pengantar haji tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Desa Sidorejo, Grobogan, bertambah jadi lima orang.
Pakar perkeretaapian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Ir. Sri Atmaja menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi.
Bunga-bunga ini sengaja diletakkan oleh sejumlah warga untuk mengenang para korban insiden kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo dengan KRL Commuter Line.