Gus Ipul menceritakan bahwa Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar sering ditanya para kiai ponpes terkait pencapresan.
Menag Yaqut merespons pernyataan Rais Aam PBNU K.H Miftachul yang menyebut ada yang lupa dan pura-pura tidak tahu jika NU menjaga jarak dengan partai politik.
Artinya seorang Nahdliyin sudah mantap atas prinsip, keyakinan, dan akidah tetapi mampu berperan penting di mana-mana. Namun kalimat itu sudah kurang dipahami.