Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Andi Ibrahim membeli mesin pencetak uang palsu seharga Rp 600 juta. Mesin itu lalu diselundupkan ke perpustakaan.
Kasus sindikat uang palsu yang beroperasi di UIN Makassar turut melibatkan oknum pegawai bank bernama Andi Haeruddin. Peran Heeruddin terungkap di persidangan.
Eks Kepala Perpustakaan UIN Makassar Andi Ibrahim menyebut uang palsu buatannya Rp 600 juta dipesan pria bernama Hendra selaku perwakilan perbankan di Jakarta.
15 tersangka kasus sindikat pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar, telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Gowa. Para tersangka segera diadili di persidangan.
Seorang bocah SMP berusia 14 tahun ditangkap sebagai kurir uang palsu setelah tertabrak mobil. Ia membawa Rp 2,25 juta uang palsu dari kenalan di Facebook.