Total 11 orang yang terjaring, termasuk Sekda Pekalongan Mohammad Yulian Akbar. Kasus ini terkait pengadaan barang dan jasa, termasuk jasa outsourcing.
Setelah dakwaan dibacakan, Abdul Wahid akhirnya angkat bicara sejak pertama kali ditangkap. Abdul Wahid membantah telah menerima aliran uang jatah preman.