Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT). Usai dibekuk, Fadia digelandang ke Jakarta untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan.
Selain Bupati Pekalongan masa bakti 2025-2030 itu, ada sejumlah pihak lain yang turut dijaring KPK. Hanya saja, pihak KPK belum merinci nama-namanya.
"Tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," ujar Juru Bicara KPK Budi kepada wartawan ketika dimintai keterangan pada Selasa (3/3/2026), dilansir detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu 1x24 jam, KPK akan menentukan status hukum pihak-pihak yang terkena OTT, termasuk Fadia Arafiq. Saat ini, pihak yang di-OTT KPK masih berstatus terperiksa.
Lantas, siapa itu Fadia Arafiq? Ini profil ringkasnya.
Menyandang Gelar S3 UNTAG Semarang
Menurut keterangan dari laman Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setda) Pekalongan, perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1978 ini memulai pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Masa-masa studi Sekolah Menengah Pertama (SMP)-nya juga dilalui di ibu kota Indonesia tersebut, tepatnya di SMP Negeri 8 Tanah Abang. Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)-nya dituntaskan di SMA Negeri 58 Ciracas.
Fadia diketahui memiliki gelar doktoral yang diperoleh di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. Adapun S1-nya, dijalani Fadia di program studi Manajemen Universitas AKI.
Bagaimana dengan S2-nya? Penelusuran detikJateng di laman resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menemukan informasi bahwasanya Fadia lulus dari jurusan S2 Manajemen Universitas Stikubank pada periode 2015/2016 lalu.
Dari Penyanyi hingga Bupati
Fadia Arafiq yang merupakan putri dari pedangdut legendaris Ahmad Rafiq diketahui pernah mencoba jalan karier seperti ayahandanya. Dikutip dari detikWolipop, Fadia sempat merilis lagu Cik Cik Bum Bum pada 2000 silam.
Dari dunia entertainment, Fadia banting setir masuk politik. Sepak terjangnya di pemerintahan bermula pada periode 2011-2016 ketika Fadia didapuk jadi Wakil Bupati Pekalongan. Kala itu, ia membersamai Bupati Amat Antono.
Selesai dari tugasnya di bidang eksekutif, Fadia Arafiq berkiprah sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan periode 2016-2021. Pada saat yang bersamaan, ia juga mengetuai Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah.
Kariernya terus naik dengan naik ke kursi Bupati Pekalongan per 2021. Dilihat dari berita acara rekapitulasi hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pekalongan 2020, Fadia Arafiq yang maju bersama Riswadi berhasil memenangi kontestasi dengan mengantongi 312.556 suara. Lawannya, Asip Kholbihi dan Sumarwati, memeroleh 237.440 suara.
Pada Pilkada 2024, Fadia Arafiq kembali maju di kursi bupati Pekalongan. Dibarengi Sukirman, Fadia menang dengan persentase 56,24%. Jumlah suara yang didapat, sebagaimana informasi dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pekalongan Nomor 1 Tahun 2025, adalah 306.443.
Mengantongi Kekayaan Bersih 85 Miliar
Dilihat di laman E-Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Fadia terakhir melaporkan kekayaannya pada 30 Maret 2025 lalu. Dalam laporan itu, ia tercatat memiliki total harta bersih sebesar 85 miliar rupiah.
Porsi kekayaan terbesarnya datang harta tanah dan bangunan senilai 74 miliar yang tersebar di Pekalongan, Bogor, hingga Semarang. Fadia juga menyimpan alat transportasi dan mesin senilai 1,1 miliar, harta bergerak 3 miliar, dan kas atau setara kas sebanyak 10 miliar.
Itulah sekilas mengenai profil Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan masa kerja 2025-2030 yang di-OTT KPK.
Simak Video 'Cik Cik Bum Bum: Fadia Arafiq Dari Panggung Dangdut ke Panggung KPK':
(sto/aku)
