Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai ada masalah pada proses pembuatan dan isi kebijakan Tapera, sehingga timbul kontra keras dari masyarakat.
Bank NTT mengejar target untuk memenuhi syarat modal inti Rp 3 triliun untuk mempertahankan status sebagai bank umum. Bank itu terancam 'turun kelas' jadi BPR.