Pertemuan lima pemimpin Asia di Bogor 1954 melahirkan keputusan penting untuk Konferensi Bandung. Thailand, melalui Pangeran Wan, berperan sebagai suara moderat
Anggota DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, dorong legalisasi tajen sebagai bagian budaya. Ia percaya ini bisa menguntungkan masyarakat dan pariwisata.