WHO mengungkap kondisi faskes di Myanmar pasca gempa pada Jumat (28/3). Pihaknya mengirim kebutuhan yang diperlukan, seperti peralatan trauma dan tenda.
Pasien terluka akibat gempa dahsyat Myanmar terus berdatangan ke rumah sakit. Kekurangan tenaga medis dan pasokan medis darurat menjadi tantangan utama.
BMKG menyebut gempa itu terdeteksi berpusat di darat dengan kedalaman 27 kilometer pada jarak 85 kilometer dari arah barat Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.