Putaran pertama pemilu Iran diwarnai surutnya partisipasi politik. Harapan akan perubahan kini bergantung pada satu-satunya kandidat dari kubu reformis.
Selalu mengenakan sorban hitam, Presiden Iran Ebrahim Raisi menjabat selama periode penuh gejolak konfrontasi di luar negeri dan protes massal di dalam negeri.