Aksi pembunuhan dan mutilasi oleh tukang pijat pada warga Surabaya dipicu pelet. Keduanya cekcok karena korban protes pada jasa pelet pelaku yang tak bekerja.
Tak cuma pijat, AR ternyata juga menawarkan jasa pelet. Pelet palsu itu lah yang membuat AP tak terima hingga keduanya cekcok sebelum pembunuhan berdarah.