EL (45), seorang ibu rumah tangga warga Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas mengaku menjadi korban pembegalan oleh dua orang lelaki tak dikenal.
Pasukan tentara berpatroli di jalan-jalan ibu kota Papua Nugini, Port Moresby, setelah keadaan darurat diberlakukan menyusul kerusuhan yang menewaskan 16 orang.