Polda Jabar mendalami keterlibatan Aditya Dwi Laksana dalam kerusuhan demo di DPRD. Ia mengaku terlibat dalam aksi rusuh dan merakit perangkat peledak.
PT MRT Jakarta (Perseroda) merogoh Rp 5 miliar untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak imbas kericuhan saat demo massal pada akhir Agustus lalu.
Mantan Kepala BIN Hendropriyono menyebut kericuhan demo ditunggangi asing. Namun, ekonom meniali aksi murni karena kemarahan masyarakat atas kondisi ekonomi.