Serangan Israel ke Gaza menyebabkan kesedihan mendalam bagi warga di wilayah itu. Salah satunya diceritakan al-Maghari yang mengurus mayat korban Israel.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) mengecam keras para 'ekstremis' Israel yang menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan Kepolisian Tel Aviv.
Banyak warga Palestina yang tewas karena bom dan roket yang diluncurkan Israel. Mereka pun menulis nama di tubuh keluarga agar jenazahnya bisa dikenali.
Kepolisian Israel menutup Masjid Al-Aqsa yang ada di Yerusalem, sehingga mencegah umat Muslim masuk ke dalam kompleks suci tersebut. Muhammadiyah sangat marah
Keputusasaan warga Gaza mendorong mereka mengenakan gelang identitas sebagai tanda pengenal. Ada pula yang menulis identitas di lengan, perut, dan kaki.