Para akademisi mengkritik bagi-bagi kursi komisaris untuk penggawa Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Akademisi berasal dari pelbagai kampus Indonesia.
Bagi-bagi jabatan komisaris BUMN untuk pendukung Prabowo-Gibran menjadi sorotan. Akademisi dan politikus menilai transaksi politik dipertontonkan secara vulgar.