Sebelum mengambil KPR kita perlu tahu besar cicilan yang aman untuk penghasilan per bulan. Jangan sampai gaji malah habis untuk bayar KPR.
Menurut pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo besar angsuran KPR yang aman adalah maksimal 30 persen dari gaji bulanan. Jika gajinya Rp 6 juta, berarti 30 persen uang yang bisa disetorkan untuk KPR adalah maksimal Rp 1,8 juta. Apabila lebih dari Rp 1,8 juta khawatir akan sulit untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan menabung.
Cara mengetahui besar cicilan KPR per bulan ditentukan oleh harga rumah yang mau dibeli, lama angsuran atau tenor, dan bunga yang diambil. Jika penghasilannya Rp 6 juta per bulan, detikers termasuk dalam masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan bisa menikmati opsi KPR subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skema KPR subsidi ini mempermudah MBR untuk memiliki rumah dengan cara diangsur. Bunganya rendah, yakni 5 persen untuk pembelian rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun (rusun). Bunga yang dikenakan ini akan berlaku dari awal hingga akhir masa cicilan atau flat. Debitur tidak perlu khawatir dengan naik turun suku bunga di pasar.
Untuk tenor juga sudah banyak pilihannya. Dahulu masa angsuran mentok di 20 tahun paling lama. Sekarang sudah ada 30 dan 40 tahun.
Tantangan membeli dengan skema KPR subsidi adalah rumahnya khusus dan lokasinya saat ini jarang yang di tengah kota. Kebanyakan di pinggiran karena tanah di sana lebih murah daripada di kota. Namun, rusun subsidi ada juga yang tersedia di tengah kota.
Rumah yang bisa dibeli KPR berbeda dengan rumah komersial. Harga jual rumah subsidi jauh lebih mudah, tidak sampai Rp 300 juta. Hal ini sudah diatur oleh pemerintah dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 689/KPTS/M/2023.
Namun, memang ukurannya tidak besar. Saat ini, ukuran paling besar untuk rumah tapak adalah 36 meter persegi. Sementara untuk rusun ada yang sudah 45 meter persegi. Sementara, ukuran paling kecil adalah 21 meter persegi. Sementara, luas lahannya hanya berkisar 60-200 meter persegi.
Simulasi Hitung Cicilan KPR
Mari masuk ke hitungan besar cicilan KPR. Mengingat gaji bulanan Rp 6 juta, lebih baik memakai KPR subsidi agar cicilannya lancar.
Lalu, cari rumah yang ingin dibeli. Anggap detikers ingin membeli rumah Rp 185 juta di Kabupaten Bekasi. Untuk tenor, anggap ambil 20 tahun. Suku bunganya 5 persen flat sampai akhir karena pakai KPR subsidi. Uang muka atau down payment (DP) adalah 1 persen dari harga rumah, berarti Rp 1.850.000 atau Rp 1,8 juta.
Berdasarkan kalkulator KPR BTN, jumlah cicilan KPR rumah Rp 185 juta di Kabupaten Bekasi dengan tenor 20 tahun, suku bunga 5 persen, dan DP 1 persen adalah Rp 1.224.702 per bulan.
Jumlah cicilan Rp 1,2 juta per bulan ini masih di bawah batas jumlah maksimal cicilan 30 persen dari gaji. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, batas besar cicilan adalah Rp 1,8 juta dan untungnya jumlah cicilan dari hitungan tersebut Rp 1,2 juta per bulan.
Jika mengambil tenor 30 dan 40 tahun, jumlah cicilannya bisa lebih murah, bahkan di bawah Rp 1 juta.
