Ketika membeli rumah, ada orang yang lebih memilih rumah siap huni karena lebih terjamin dan aman. Jenis rumah siap huni ada yang kondisinya baru dan lama atau sudah dipakai sebelumnya.
Sebenarnya mau beli baru atau rumah lama tidak masalah. Namun, untuk kaum mendang-mending pasti ingin mempertimbangkan, kira-kira beli rumah baru dan rumah second, lebih baik yang mana ya?
Rumah Lama
Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Beberapa orang yang menjual rumahnya karena sedang dalam butuh uang cepat. Tidak sedikit yang menawarkan harga di bawah pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin," kata Steve kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Rumah second juga lokasinya lebih strategis karena sudah berdiri lama. Umumnya infrastruktur sudah terbangun dan di area yang ramai. Jadi mudah diakses.
Kekurangan rumah second adalah kondisi bangunannya yang mungkin tidak sebagus dan modern seperti yang baru. Namun, pemilik rumah berikutnya ada pilihan untuk merenovasi atau membangun ulang. Dalam kata lain, perlu menyiapkan dana lebih. Satu untuk membeli rumah tersebut. Kedua, untuk renovasi.
"Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal," imbuhnya.
Kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Untuk mengecek kerusakan tersebut, harus datang dan melihat langsung kondisinya.
"Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap," pungkasnya.
Rumah Baru
Rumah baru biasanya masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong. Pembeli memiliki pilihan untuk menghias rumah dengan lahan yang ada.
Lalu, pembeli rumah baru juga masih memiliki garansi dari pihak developer jika ada kerusakan. Selain itu, jika memilih rumah di komplek yang bentuknya mirip, ada larangan untuk langsung mengubah fasadnya dalam waktu beberapa tahun pertama. Dengan begitu, pembeli tidak perlu repot-repot merenovasi rumah.
Arsitekturnya juga saat ini sudah beragam, pembeli bisa memilih sesuai selera.
Sementara itu, untuk lokasi memang agak sulit mencari yang di tengah kota. Selain jumlahnya terbatas, harganya juga terkadang terlalu mahal untuk penghasilan Upah Minimum Regional (UMR). Akhirnya banyak yang mencari rumah di daerah pinggiran kota.
Itulah perbandingan membeli rumah baru atau rumah lama, semoga membantu.
Simak juga Video 'Berapa Sih Gaji Ideal buat Beli Rumah?':
(aqi/das)
