Air dari pendingin ruangan atau air conditioner (AC) yang menetes hingga membasahi dinding rumah jangan dianggap sepele. Selain meninggalkan bercak lembap dan membuat cat mengelupas, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pembuangan air AC.
Masalah tersebut cukup sering terjadi pada rumah yang menggunakan AC, terutama jika perangkat jarang dibersihkan atau sudah lama digunakan tanpa pemeriksaan rutin.
Sebelum memanggil teknisi, pemilik rumah bisa mengenali sejumlah penyebab air AC menetes ke dinding. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan sesuai sumber masalahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Mitsubishi Electric Indonesia, berikut beberapa penyebab air AC menetes hingga membasahi dinding dan cara mengatasinya.
1. Filter AC Kotor
Filter udara yang dipenuhi debu dapat menghambat sirkulasi udara di dalam unit AC. Kondisi ini bisa menyebabkan evaporator terlalu dingin hingga membentuk lapisan es.
Ketika es mencair, air yang dihasilkan dapat melebihi kapasitas penampungan atau pembuangan sehingga menetes keluar dari unit dan membasahi dinding.
Untuk mengatasinya, bersihkan filter secara berkala sesuai petunjuk produsen. Jika filter sudah rusak, pertimbangkan untuk menggantinya.
2. Posisi Pemasangan AC Tidak Rata
Pemasangan unit indoor AC yang tidak sesuai kemiringan dapat mengganggu aliran air menuju saluran pembuangan. Akibatnya, air kondensasi tidak mengalir dengan baik dan justru menetes ke bagian luar unit.
Jika air terus membasahi dinding meski filter sudah dibersihkan, posisi pemasangan AC perlu diperiksa. Sebaiknya minta teknisi memastikan unit terpasang dengan benar agar air mengalir ke saluran pembuangan.
3. Saluran Pembuangan Air Tersumbat
AC menghasilkan air kondensasi saat proses pendinginan berlangsung. Air tersebut seharusnya mengalir melalui selang pembuangan ke luar rumah.
Namun, debu, lendir, lumut, atau kotoran yang menumpuk dapat menyumbat saluran tersebut. Ketika aliran air terhambat, air bisa meluap dari bak penampung dan menetes ke dinding.
Saluran pembuangan perlu diperiksa dan dibersihkan jika ditemukan sumbatan. Apabila penyumbatan sulit dijangkau, gunakan jasa teknisi agar proses pembersihan tidak merusak komponen AC.
4. Ada Masalah pada Freon
Kebocoran refrigeran atau freon dapat membuat kinerja pendinginan AC menurun. Pada kondisi tertentu, masalah ini juga dapat menyebabkan evaporator membeku dan menghasilkan air berlebih ketika es mencair.
Meski begitu, AC yang menetes tidak selalu berarti freonnya bocor. Jika AC tidak lagi dingin, muncul bunga es, atau terdapat gejala lain, teknisi perlu memeriksa sistem pendingin untuk memastikan penyebabnya.
Jangan mencoba mengisi ulang freon sendiri tanpa mengetahui sumber masalah. Jika terjadi kebocoran, titik kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki terlebih dahulu.
5. Pipa atau Sambungan AC Sudah Rusak
Pipa, selang pembuangan, maupun sambungan AC yang sudah aus atau retak juga bisa menyebabkan kebocoran. Air yang seharusnya dialirkan ke luar rumah dapat merembes melalui sambungan dan membasahi dinding.
Periksa apakah terdapat rembesan di sekitar pipa atau sambungan yang terlihat. Jika ditemukan kerusakan, komponen tersebut perlu diperbaiki atau diganti.
Hindari mengandalkan sealant sebagai solusi permanen sebelum jenis kebocoran diketahui. Penanganan yang tidak tepat berisiko membuat masalah kembali muncul.
Cara Mengatasi Air AC yang Menetes ke Dinding
Jika dinding mulai lembap akibat tetesan AC, ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan pemilik rumah.
Pertama, matikan AC jika air terus menetes, terutama jika air mendekati stopkontak atau instalasi listrik. Jangan menyentuh kabel atau komponen listrik yang basah.
Kedua, periksa filter udara dan bersihkan jika kotor sesuai petunjuk penggunaan. Selanjutnya, amati apakah ada air yang menggenang di sekitar unit atau merembes dari selang pembuangan.
Pemilik rumah juga dapat memeriksa bagian luar yang terlihat untuk mencari tanda kerusakan pada selang atau sambungan. Namun, jangan membongkar unit atau menangani komponen kelistrikan sendiri jika tidak memiliki keahlian.
Jika air tetap menetes, AC tidak dingin, atau muncul lapisan es, segera hubungi teknisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kenali Tanda AC Bermasalah
Selain air yang menetes ke dinding, ada beberapa gejala lain yang patut diperhatikan, antara lain:
- AC tidak dingin meskipun suhu sudah diatur rendah.
- Muncul suara tidak biasa dari unit indoor.
- Terlihat lapisan es pada evaporator atau pipa AC.
- Volume air yang menetes semakin banyak.
- Tagihan listrik meningkat tanpa perubahan pemakaian yang jelas.
Perlu diingat, tanda-tanda tersebut tidak selalu menunjukkan penyebab yang sama. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah masalah berasal dari filter, saluran pembuangan, pemasangan, atau sistem pendingin.
Perawatan AC secara berkala dapat membantu mencegah kebocoran dan menjaga kondisi dinding rumah tetap baik. Jika dinding telanjur lembap, keringkan area tersebut setelah sumber kebocoran diperbaiki. Cat yang mengelupas sebaiknya diperbaiki setelah permukaan tembok benar-benar kering agar kerusakan tidak berulang.
(das/das)
