Pemilihan lokasi rumah perlu banyak pertimbangan. Salah satunya adalah lokasinya harus aman dari bencana alam, seperti gempa bumi.
Gempa bumi memiliki daya rusak yang besar dan mengancam keselamatan. Waktu kejadiannya pun terkadang tidak ada tanda-tanda. Hal ini yang membuat manusia terkadang tidak sempat untuk menyelamatkan diri. Kondisi darurat tersebut juga bisa diperparah jika getaran menyebabkan struktur bangunan hancur dan menimpa manusia yang ada di dalamnya.
Oleh karena itu, lokasi yang rawan gempa harus dihindari. Semurah apa pun harga lahan dan bangunannya, tidak boleh jadi opsi lokasi tempat tinggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari buku berjudul "Guidebook for Reconstruction of Earthquake Resistance Houses" yang diterbitkan oleh Earthquake Engineering Research Institute menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik lokasi yang harus dihindari ketika merencanakan pembangunan rumah agar terhindar dari gempa, berikut lokasinya.
1. Daerah Rawan Longsor
Lahan yang rawan longsor memang harus dihindari karena pemicunya pergerakan tanah tidak hanya dari gempa, bisa karena hujan dan penurunan kerapatan tanah. Lokasi yang rawan longsor salah satunya di lereng curam, lembah sungai, hingga perbukitan.
Saat tanah bergerak, apa pun yang ada di depan akan disapu bersih sehingga rumah yang kuat tidak menjamin lolos dari bencana ini.
2. Letak Dekat Lereng Curam
Sebelumnya sudah disebut bahwa lereng curang merupakan salah satu titik rawan bencana. Medan ini tidak ideal untuk membangun sebuah tempat tinggal. Selain sulit pembangunan dan aksesnya, lokasi ini rawan hancur saat ada gempa besar.
Rumah yang dibangun dekat lereng curam berpotensi lebih rentan terhadap kerusakan daripada rumah yang dibangun pada topografi datar. Namun, jika memang tetap akan dibangun di lokasi ini, maka buat pencegahan seperti terasering atau perkuat dinding rumah agar terhindar dari kerusakan berat.
3. Di Atas Tanah Lunak
Tanah lunak menyebabkan dasar pondasi rumah bisa mengalami penurunan. Selain itu, pondasi akan rentan terbuka atau rusak akibat gerusan tanah. Jika mau membangun rumah di atas tanah urugan, maka pastikan pondasi rumah harus cukup kuat dan dalam sehingga bertumpu pada tanah yang kokoh bukan pada tanah urugan.
4. Tepi Sungai
Terakhir ada daerah tepi sungai. Daerah ini berpotensi rawan banjir dan likuifaksi yaitu pencairan tanah yang bisa terjadi akibat gempa bumi. Hal ini juga mencegah terjadinya banjir bandang serta kerusakan berat akibat gempa.
Itu dia penjelasan lokasi atau area yang harus kamu hindari saat membangun rumah sebagai pencegahan terhadap bencana gempa bumi. Semoga bermanfaat!
