Lokasi rumah yang harus kita hindari adalah yang sering terkena banjir. Tinggal di daerah rawan banjir kerugiannya cukup besar, mulai dari rugi waktu, tenaga, harta benda, struktur bangunan, hingga keselamatan.
Saat musim kemarau seperti saat ini agak sulit untuk mengetahui perumahan tersebut banjir atau tidak. Saat survei juga jangan asal percaya penawaran dari marketing yang mengatakan rumah bebas banjir. detikers harus cari tahu sendiri untuk memastikan klaim tersebut.
Caranya nggak sulit dan tidak harus menghabiskan seharian untuk mencari info tersebut. Menurut pengamat properti sekaligus Presiden Direktur ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa berikut beberapa yang harus dicek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kunjungi Lokasi dan Tanya pada Orang Sekitar
Saat membeli rumah kita wajib untuk datang ke lokasi. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan gambaran jelas dan pasti soal calon tempat tinggal. Selain itu, calon pembeli rumah bisa bertanya dengan tetangga atau warga sekitar perumahan apakah wilayah tersebut pernah terjadi banjit.
Jika belum ada tetangga, calon konsumen bisa bertanya ke tukang bangunan atau warga di luar perumahan. Bisa juga ke RT/RW setempat yang lebih tahu dan jujur.
Sebagai catatan, saat pernyataan dari tetangga juga jangan dipercaya mentah-mentah. Bisa jadi mereka tidak pernah banjir karena lokasi rumahnya agak tinggi dari cluster rumah yang akan detikers beli. Sebab, ada kejadian ada cluster yang kebanjiran parah hingga atap terendam, sementara di cluster lain yang lokasinya agak tinggi di perumahan yang sama justru tidak pernah banjir sama sekali.
2. Cek Kondisi Bangunan
Bangunan yang pernah kebanjiran pasti ada bekasnya berupa garis hitam di dinding. Apalagi jika airnya cukup tinggi. Bekasnya bisa dilihat di dinding dan pintu. Jika rumah tersebut baru dicat, cek rumah tetangga terdekat ada bekas banjir.
"Sering kalau daerah banjir, ada garis hitam tipis di dinding tembok luar, perhatikan dengan seksama," katanya kepada detikcom pada Selasa (20/1/2026).
3. Hindari Kawasan Dekat Sungai
Banyak kejadian banjir di Bekasi disebabkan karena air sungai yang meluap. Air tersebut kiriman dari daerah lain. Darmadi menyarankan hindari membeli rumah yang lokasinya dekat dengan sungai, dataran rendah, dan yang kondisi selokannya atau irigasinya kurang memadai.
"Cari unit yang jangan dekat dengan sungai, parit besar, cari unit yang kemiringan aspal depan lebih tinggi dari rumah yang paling ujung karena air bergerak dari yang tinggi sampai rendah," jelasnya.
4. Beli Perumahan yang Jelas
Setelah mengecek kondisi bangunan dan sekitarnya, cari tahu juga siapa pengembangnya. Apa saja proyek perumahan yang sudah dibangun dan cek keberhasilan proyek tersebut. Sebagai catatan, meskipun proyek sebelumnya berhasil, tidak juga menjamin proyek terbaru akan mulus juga. Apa yang terlihat di lapangan jauh lebih akurat.
5. Tanya ke RT/RW
Tambahan, pengamat properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management Steve Sudijanto mengatakan tanyakan kepada pihak RT/RW, lurah, hingga lurah mengenai kondisi area tersebut. Apakah bebas banjir atau tidak.
"Survei fisik, yaitu kunjungan ke lokasi. Kita bisa ke kantor wali kota setempat. Atau kantor kabupaten setempat atau kantor kecamatan setempat, kelurahan setempat. Di situ ada yang namanya peta banjir atau peta lahan produktif sama non-produktif. Semua ada di situ," sebutnya.
Itulah beberapa cara untuk mengecek kawasan bebas banjir atau nggak, semoga membantu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
