Ada banyak jenis cat yang bisa dipakai untuk dinding rumah. Dua jenis yang sering ditemukan di pasaran adalah cat dinding berbasis minyak dan berbasis air (water based).
Kedua cat ini memiliki kandungan dan hasil akhir yang berbeda sehingga detikers harus tahu dulu perbedaannya. Dilansir Better Homes and Gardens berikut penjelasannya.
Cat Minyak
Jenis cat ini dibuat dengan melarutkan pigmen dalam minyak. Bahan minyak pengering yang sering digunakan adalah minyak biji rami atau minyak kenari dan minyak safflower.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelebihan cat minyak adalah hasilnya jauh lebih tahan lama, tidak akan mudah pudar karena hasil akhirnya mengkilap, tahan terhadap noda tetapi pada noda cair yang lengket tetap akan kotor, dan tidak mudah kusam saat kering.
Sementara itu, kekurangannya adalah baunya cukup kuat karena kandungan bahan kimia berbasis karbon bernama Volatile Organic Compounds (VOC) cukup tinggi. VOC ini yang bahaya jika terhirup terlalu banyak karena bisa menyebabkan pusing, mual, dan gangguan kenyamanan lainnya. Selain itu, cat minyak agak lama untuk mengering dan warnanya bisa berubah seperti kekuningan seiring waktu.
Cat Berbasis Air
Cat berbahan dasar air menggabungkan pigmen dan pengikat yang terlarut dalam air. Cat ini sering disebut sebagai cat lateks, karena lateks adalah jenis cat berbahan dasar air yang paling sering digunakan.
Tampilannya setelah kering adalah halus seperti matte dan tidak mengkilap layaknya plastik yang terkena cahaya.
Kelebihan cat berbasis air adalah cepat mengering setelah diaplikasikan, kandungan VOC lebih rendah sehingga tidak menyengat baunya daripada cat minyak, serta tahan terhadap perubahan warna seperti menguning.
Namun, kekurangannya cat berbasis air mudah kotor, tidak tahan lama, mudah pudar, dan bisa berjamur karena rentan terhadap perubahan cuaca serta kelembapan.
Kapan Menggunakan Cat Minyak dan Cat Berbasis Air?
Cat Minyak
Cat satu ini keunggulannya tadi adalah lebih tahan lama dan hasil akhir yang glossy. Kelebihannya ini lebih cocok untuk dipakai pada sesuatu yang membutuhkan daya tahan ekstra, seperti:
- Lis lantai dan trim lainnya
- Lemari kayu
- Pintu
- Kusen pintu dan jendela
- Rak built-in
- Rel kursi
- Segala jenis material kayu interior lainnya yang rentan terhadap keausan.
Cat Berbasis Air
Cat jenis ini biasanya menjadi pilihan utama untuk permukaan interior, seperti dinding dan langit-langit standar. Preferensi ini disebabkan oleh waktu pengeringan cat berbahan dasar air yang cepat, bau minimal, senyawa organik volatil (VOC) yang lebih rendah, dan proses pembersihan yang lebih mudah.
Jika kandungan VOC tinggi akan lebih lama bau menyengat hilang dan mengganggu aktivitas di rumah tersebut nantinya.
Itulah penjelasan perbedaan cat minyak dan cat berbasis air, semoga membantu.
