Benarkah Toren Warna Cerah Lebih Mudah Muncul Lumut? Ini Faktanya

Benarkah Toren Warna Cerah Lebih Mudah Muncul Lumut? Ini Faktanya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 09 Sep 2026 16:15 WIB
Toren ponpes di Sukabumi yang tiba-tiba dipenuhi air misterius
Toren Air Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar
Jakarta -

Konon banyak konsumen menghindari warna toren yang cerah karena khawatir mudah berlumut. Kalau dilihat sekarang, kebanyakan warna toren yang dipakai adalah oranye, hitam, atau biru tua.

Lantas, apakah benar warna bisa memicu pertumbuhan lumut di dalam toren?

Menurut Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega warna saat ini bukan pemicu munculnya lumut pada toren. Saat ini produk toren sudah berinovasi pada material yang lebih baik daripada produk-produk lama. Material tersebut jauh lebih tebal dan kedap cahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan lumut pada toren bukan karena warna yang dipakai, melainkan bahan yang tidak kedap cahaya. Menurut Mega, jika dulu ada anggapan warna cerah bisa membuat toren mudah berjamur, bisa jadi karena bahannya juga tipis sehingga cahaya mudah tembus ke dalam. Sementara jika memakai warna gelap dengan bahan yang sama, risikonya lebih rendah.

"Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya," kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

ADVERTISEMENT

Konsumen saat ini bisa lho mengecek klaim produsen bahwa toren tersebut kedap cahaya. Caranya adalah dengan memasukkan kamera ke dalam toren. Lalu tutup rapat selama beberapa menit. Ambil lagi dan cek apakah tampak cahaya yang terlihat pada rekaman. Jika ketika ditutup gelap total berarti benar-benar kedap cahaya.

Kenapa sih toren harus kedap cahaya? Alasannya proses munculnya lumut itu dari cahaya matahari yang menembus ke dalam toren. Cahaya akan mendorong fotosintesis lumut dibantu dengan air di dalamnya. Meskipun tutup toren sangat rapat sekalipun, cahaya bisa memicu kemunculan lumut.

Mega mengungkapkan saat ini warna toren air pun sudah beragam, tidak terbatas pada oranye cerah dan biru tua. Untuk mengikuti pasar, warna yang hadir justru warna-warna pastel dan earth tone. Konsumen juga tidak perlu khawatir karena warna tersebut tidak akan memicu pertumbuhan lumut.

"Sekarang kan kayak gini, misalnya warnanya cerah-cerah. Tapi nggak akan masuk cahaya karena sebenarnya itu cerah bagian depannya doang. Jadi memang kita udah rancang supaya cahaya nggak tembus. Terus supaya dia kuat selama bertahun-tahun, berpuluh puluh tahun," jelasnya.

Selain cahaya, toren bisa berlumut karena faktor dari kondisi air di rumah. Jika airnya memang sudah kotor dan masuk ke dalam toren saat proses pengisian, perkembangan lumut tetap bisa terjadi.

(dhw/dhw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads