Toren air umumnya dipasang di bagian atas rumah. Selain menghemat penggunaan pompa, posisi tersebut membuat air dapat mengalir ke keran dengan memanfaatkan gaya gravitasi.
Namun, ternyata pemasangan toren air juga memiliki ketentuan ketinggian agar tekanan air tetap optimal.
Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia, Mega, mengatakan tinggi ideal toren bergantung pada jenis instalasi air di rumah. Untuk rumah yang menggunakan shower, toren sebaiknya dipasang sekitar 7 meter dari titik keran paling bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalnya pengin aliran airnya kencang, deras, itu memang ada ketentuannya 7 meter dari titik keran. Terutama kalau pakai shower," ujar Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.
Sementara itu, jika rumah hanya menggunakan keran biasa, toren tidak perlu dipasang terlalu tinggi. Menurut Mega, ketinggian sekitar 3 meter dari titik keran sudah cukup untuk menghasilkan aliran air tanpa bantuan pompa pendorong.
"Kalau pakai keran biasa, itu 3 meter cukup," katanya.
Tetap Bisa Dipasang di Bawah
Meski umumnya ditempatkan di atas atap, toren air juga bisa dipasang sejajar dengan permukaan tanah. Namun, pemasangan seperti ini membutuhkan pompa pendorong agar air tetap dapat mengalir ke seluruh bagian rumah.
"Kalau sudah pakai pompa pendorong, berarti mau ditaruh di ketinggian berapa pun, air tetap bisa mengalir ke dalam rumah," jelas Mega.
Ia menambahkan, alasan utama toren dipasang di tempat yang lebih tinggi adalah untuk memanfaatkan tekanan air alami. Dengan cara ini, air tetap dapat mengalir meski terjadi pemadaman listrik karena tidak bergantung pada pompa.
"Sebenarnya lebih ke tekanan air. Kadang ada orang yang ingin tidak usah pakai pompa supaya kalau mati lampu, airnya tetap bisa mengalir," ujarnya.
Selain itu, saat ini sudah banyak toren air yang memiliki saluran keluar di bagian bawah tangki. Model seperti ini perlu dipasang menggunakan kaki penyangga agar dasar tangki tidak langsung menempel pada permukaan atap maupun lantai.
(das/das)
