Belajar dari Kebakaran Pavilion, 7 Hal Wajib Dicek Sebelum Tinggal di Apartemen

Belajar dari Kebakaran Pavilion, 7 Hal Wajib Dicek Sebelum Tinggal di Apartemen

Danang Sugianto - detikProperti
Sabtu, 05 Sep 2026 17:15 WIB
Damkar kerahkan skylift padamkan kebakaran di Apartemen Pavilion (Mulia/detikcom)
Foto: Damkar kerahkan skylift padamkan kebakaran di Apartemen Pavilion (Mulia/detikcom)
Jakarta -

Kebakaran di Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi pengingat bahwa sistem keselamatan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih tempat tinggal di gedung bertingkat.

Kebakaran terjadi di Tower 3 Apartemen Pavilion pada Jumat (4/9/2026). Titik kebakaran berada di sekitar ruang panel listrik lantai 5. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menduga kebakaran berkaitan dengan fenomena kelistrikan, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara juga menjelaskan asap dapat bergerak melalui shaft kabel yang menghubungkan bagian atas dan bawah gedung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan sebenarnya cerobong ya, shaft itu kan kabel, itu kan seperti cerobong, jadi dari mulai lantai atas ke bawah itu memang connect," kata Bayu, dikutip dari detiknews.

Karena kondisi tersebut, petugas melakukan penyisiran dari lantai ke lantai. Sebanyak 33 penghuni, termasuk dua warga negara asing, berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat yang tinggal atau hendak membeli maupun menyewa apartemen. Bukan hanya harga, lokasi dan fasilitas, sistem keselamatan gedung juga penting diperhatikan.

Berikut tujuh hal yang bisa dicek sebelum tinggal di apartemen:

1. Pastikan Ada Tangga Darurat

Tangga darurat menjadi salah satu fasilitas paling penting di gedung bertingkat. Saat terjadi kebakaran, penghuni tidak bisa mengandalkan lift untuk keluar dari gedung.

detikProperti sebelumnya menjelaskan tangga darurat harus dapat melayani setiap lantai dan berada di dalam dinding tahan api yang dilengkapi pintu tahan api. Fasilitas ini berfungsi sebagai jalur keluar yang terlindungi bagi penghuni ketika terjadi keadaan darurat.

Karena itu, calon penghuni sebaiknya mengetahui lokasi tangga darurat dari unit yang akan ditempati dan memastikan akses menuju jalur tersebut tidak terhalang.

2. Cek Alarm Kebakaran

Alarm menjadi bagian penting karena memberikan peringatan kepada penghuni ketika terjadi kebakaran. Pengalaman kebakaran di sejumlah apartemen menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini. Dalam pemberitaan detikcom mengenai kebakaran Apartemen Mediterania di Jakarta Barat pada April 2026, seorang penghuni mengaku alarm kebakaran tidak aktif ketika kebakaran terjadi.

Karena itu, penghuni sebaiknya mengetahui lokasi alarm dan memahami seperti apa bunyi peringatan ketika sistem tersebut aktif.

3. Pastikan Sprinkler Berfungsi

Selain alarm, sprinkler juga perlu diperhatikan. Masih dari laporan detikcom mengenai kebakaran Apartemen Mediterania, penghuni menyebut sprinkler tidak aktif saat kebakaran terjadi. Padahal, menurut penghuni tersebut, sistem alarm dan sprinkler biasanya menyala ketika dilakukan simulasi kebakaran.

Artinya, keberadaan sprinkler saja belum cukup. Penghuni perlu mengetahui apakah sistem tersebut rutin diperiksa dan dipastikan dapat bekerja ketika dibutuhkan.

4. Kenali Lokasi Hydrant dan APAR

Fasilitas pemadam kebakaran seperti hydrant dan alat pemadam api ringan (APAR) juga perlu diketahui keberadaannya.

detikcom pernah memberitakan kebakaran di sebuah apartemen di Surabaya ketika petugas keamanan sempat mencoba menggunakan hydrant gedung untuk menangani api. Namun, asap yang terlalu pekat membuat mereka tidak dapat melanjutkan upaya pemadaman dan akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Penghuni setidaknya perlu mengetahui lokasi fasilitas tersebut. Namun, penggunaan alat pemadam juga harus mempertimbangkan kondisi kebakaran dan keselamatan penghuni.

5. Jangan Hanya Tahu Lift, Kenali Jalur Evakuasi

Saat tinggal di apartemen, penghuni biasanya sangat bergantung pada lift untuk aktivitas sehari-hari. Namun, ketika terjadi kebakaran, kondisi bisa berubah.

Dalam salah satu kejadian kebakaran apartemen di Jakarta Barat, detikcom melaporkan lift tidak dapat digunakan sehingga akses evakuasi dilakukan melalui tangga darurat.

Karena itu, sejak pertama kali menempati unit, penghuni sebaiknya mengetahui jalur menuju tangga darurat dan pintu keluar gedung. Jangan menunggu sampai keadaan darurat untuk mencari tahu jalan keluarnya.

6. Perhatikan Sistem Kelistrikan dan Panel

Kebakaran Pavilion juga menunjukkan pentingnya memperhatikan sistem kelistrikan gedung.

Dalam kasus Pavilion, titik kebakaran berada di ruang panel listrik lantai 5. Gulkarmat DKI menyebut dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan fenomena kelistrikan.

Penghuni memang tidak bisa memeriksa panel utama gedung secara langsung. Namun, calon penghuni dapat menanyakan kepada pengelola mengenai pemeliharaan instalasi listrik, pemeriksaan panel serta prosedur penanganan jika terjadi gangguan kelistrikan.

7. Cari Tahu Prosedur Evakuasi Gedung

Terakhir, jangan hanya mengetahui fasilitasnya, tetapi pahami juga prosedur evakuasi yang berlaku di gedung. Dalam kebakaran Pavilion, petugas melakukan penyisiran lantai demi lantai karena asap dapat bergerak melalui shaft kabel. Sebanyak 33 penghuni berhasil dievakuasi, termasuk dua lansia yang berada di lantai 23. Petugas juga mengerahkan tiga unit Bronto Skylift untuk membantu evakuasi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa evakuasi dari gedung bertingkat membutuhkan koordinasi dan waktu. Penghuni sebaiknya mengetahui titik kumpul, jalur keluar serta arahan yang harus diikuti ketika alarm kebakaran berbunyi.

Pada akhirnya, memilih apartemen bukan hanya soal pemandangan, fasilitas, lokasi strategis atau harga. Sistem keselamatan gedung juga perlu menjadi pertimbangan utama.

Kebakaran Pavilion menjadi salah satu pengingat bahwa ketika tinggal di bangunan bertingkat, penghuni perlu mengetahui bagaimana gedung tersebut melindungi mereka ketika keadaan darurat terjadi.

(das/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads