Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengumpulkan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan kampung adat wisata Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terbakar.
"Kemarin juga kita tahu di NTB juga ada (kebakaran). Jadi kita juga melakukan penggalangan," kata Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) dalam raker dengan Komisi V di DPR RI, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026).
Ara mengatakan dari hasil CSR beberapa pihak ini terkumpul dana Rp 1,5 miliar. Dana tersebut akan diserahkan untuk kampung adat wisata Sade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah saya sampaikan kepada Gubernur NTB (Lalu Muhamad Iqbal) ya untuk rumah adat itu sudah kita siapkan dari gotong royong Rp 1,5 miliar," sebut Ara.
Dalam kesempatan ini Ara tidak menjelaskan lebih lanjut perihal jumlah rumah yang akan dibantu atau detail lainnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 120 rumah tradisional di kampung adat wisata Sade terbakar pada Sabtu (22/8/2026). Api menyebar diperkirakan sekitar pukul 22.00 Wita.
Dilansir dari detikNews, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut kebakaran rumah di kampung adat wisata Sade Desa Rambitan diduga disebabkan karena kelisitrikan.
"Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ," kata Lalu di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Pemda akan melakukan restorasi mengingat tempat yang bersejarah. Ia menjamin pemulihan Kampung Adat Sade tidak akan menghilangkan nilai sejarahnya. Ia menyebut biaya pemulihan desa adat ini akan sangat mahal.
"Nggak (akan menghilangkan nilai sejarah), justru itu nanti pasti prosesnya akan sangat mahal karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula," ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, penyebab kebakaran belum terungkap.
(aqi/das)
