Bagian bawah sapu paling rentan kotor dan berubah bentuk. Hal ini sebenarnya wajar karena sapu sering dipakai dan terkena berbagai macam kotoran.
Meskipun begitu, penggunanya harus lebih memperhatikan pada kebersihan dan kualitas. Kebanyakan setelah menyapu, alatnya hanya disimpan dan dipakai lagi keesokan hari.
Padahal cara membersihkan bagian bawah atau 'bulu' sapu itu mudah. Namun, caranya memang berbeda-beda tergantung pada material yang dipakai. Dilansir dari Better Homes and Gardens, Selasa (4/8/2026) berikut tipsnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulu Plastik atau Sintetis
Jenis sapu yang banyak dipakai di Indonesia adalah sapu dengan bulu sintetis. Model bulunya kokoh dan fleksibel, bisa mengikuti arah gerak sapu.
Kekurangan bahan ini adalah jika dipakai dalam waktu lama pasti ujung-ujung sapu akan berubah. Ujungnya pecah dan menjadi mekar. Hal ini menyebabkan banyak kotoran tersangkut, salah satunya adalah rambut.
Cara membersihkan sapu jenis ini adalah menyisir dan menghilangkan kotoran yang terjebak di bulu sapu, bisa menggunakan tangan. Kemudian, ketuk sapu pada permukaan luar ruangan yang kasar untuk melepaskan debu yang tersisa.
Namun untuk pembersihan rutin, sapu perlu dicuci di bawah aliran air. Lalu, disisir perlahan dengan jari atau sikat berbulu lembut. Gosok dengan air hangat dan sabun untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
Bisa juga dengan merendam bulu sapu ke dalam ember berisi air hangat dan sabun selama 15 hingga 30 menit. Bilas dengan air bersih sebelum dikeringkan. Lalu, letakkan sapu menghadap ke bawah untuk menghindari genangan air di dekat gagang.
Sapu Jerami
Sapu jerami merupakan jenis yang cocok dipakai di dalam maupun di luar ruangan. Sapu ini biasanya terbuat dari bahan tanaman kering seperti sorgum atau ranting.
Sama seperti sapu berbulu sintetis, jenis satu ini juga bisa berubah bentuk semakin sering digunakan.
Cara membersihkan yang paling cepat adalah dengan mengetukkan sapu perlahan pada permukaan yang keras, seperti pohon, tiang, atau dinding. Dengan melakukan itu, kotoran atau serpihan yang menempel akan terlepas. Untuk mencegah serat sapu patah atau bengkok, ketuk permukaan datar dengan lembut.
Selain itu, hindari membersihkan sapu saat ada angin yang dapat meniup debu masuk ke rumah.
Untuk pembersihan rutin, masukkan sapu ke dalam ember berisi air hangat dan sabun. Biarkan sebentar sebelum dibilas dengan air hangat yang bersih. Letakkan sapu di tempat yang terlindung dan berangin agar kering.
Hindari meninggalkan sapu di luar ruangan karena paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat menyebabkan serat menjadi rapuh. Namun kelembapan yang berlebihan pun dapat menyebabkan pembusukan.
Jika ingin tambah bersih, ganti air sabun dari cara membersihkan tadi dengan larutan garam dan cuka. Bahan satu ini jauh lebih ampuh membunuh bakteri dan menghilangkan bau. Rendam selama 30 menit, lalu bilas dengan air hangat. Letakkan kepala sapu terbalik untuk mengeringkan.
Cara Membersihkan Gagang Sapu
Selain bagian bawah, gagang sapu juga tempat kotor dan perlu dibersihkan sesekali. Caranya gampang hanya perlu memakai kain mikrofiber basah. Lalu, kain tersebut dimasukkan ke dalam campuran air hangat dan cuka.
Setelah dilap, bilas gagang dengan air hangat dan biarkan sapu mengering. Setelah kering, oleskan sedikit minyak mineral pada kain dan gosok gagang sapu untuk mendapatkan hasil akhir yang mengilap.
Jika gagang terbuat dari plastik atau logam, bersihkan dengan air hangat dan sabun. Lalu bilas dan keringkan dengan kain mikrofiber untuk mencegah noda air pada gagang plastik atau karat pada gagang logam.
Itulah cara membersihkan gagang sapu, semoga bermanfaat.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
