Pernah nggak menemukan garis-garis seperti cat dinding mengerut atau menyusut pada dinding? Saat dipegang garis tersebut timbul tidak seperti cat yang lain yang rata.
Kira-kira itu adalah cat atau sebenarnya retakan dinding? Lalu, apakah berbahaya bagi dinding?
Menurut kontraktor bernama Wildan itu adalah cat dinding yang retak atau berkerut. Penyebabnya karena dinding di bawahnya muncul retakan sehingga cat ikut tertarik. Oleh karena itu, hasil cat tidak mulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau cat retak itu karena catnya nggak bisa nahan gaya tarik dari dinding retak. Jadi masalahnya di dinding," kata Wildan saat dihubungi detikcom.
Adanya kerutan ini sebenarnya tidak berbahaya pada struktur dinding, tetapi tetap harus diperbaiki.
Cara Memperbaiki Cat Dinding Berkerut
Cara mengatasi cat dinding retak atau berkerut adalah dengan diplamir. Plamir adalah proses untuk menutup pori-pori dinding sehingga halus dan mudah dilapisi cat.
"Kalau retak itu caranya diplamir ulang, plamir itu materal buat nutup lubang," ungkap Wildan.
Dengan begitu, cat tersebut harus dikelupas dahulu hingga tidak ada lagi yang menempel di dinding. Lalu, retakan diisi agar tidak ada rongga. Setelaha itu mulai dicat ulang.
Tahapannya harus dimulai dari cat dasar atau primer. Cat dasar ini merupakan kunci penting cat lapisan atas tetap menempel dan tahan lama. Cat dasar biasanya berwarna putih. Pemakaiannya cukup satu lapis saja. Tunggu 1-2 jam sampai benar-benar mengering baru kemudian lapisi dengan cat permukaan atau top coat.
Untuk top coat harus terdiri dari 2 lapis atau lebih agar warnanya terlihat. Setiap lapisan harus ditunggu hingga kering 1-2 jam baru melapisi dengan lapisan baru. Dengan begitu, cat akan lebih menempel pada dinding.
Ruangan yang Baru Dicat Jangan Ditempati
Dinding yang baru selesai dicat akan tercium bau yang pekat. Itu adalah kondisi yang alami. Namun, manusia tidak boleh lama-lama menciumnya karena berbahaya. Ruangan tersebut harus dibiarkan terbuka selama 2-3 hari dan tidak ada manusia yang boleh berada di dalamnya.
Bau cat yang baru dipasang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan sehingga tidak disarankan untuk berada di dalam ruangan tersebut dengan kondisi tertutup tanpa ventilasi.
Dilansir How Stuff Works, VOC (Volatile organic compounds) merupakan senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.
Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.
Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas. Sedangkan, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal.
Itulah penjelasan soal cat yang berkerut, semoga membantu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
