Makna di Balik Warna Kuning dan Hijau di Istana Maimun

Makna di Balik Warna Kuning dan Hijau di Istana Maimun

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Minggu, 26 Jul 2026 16:31 WIB
Istana Maimun
Istana Maimun. Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom
Medan -

Bangunan Istana Maimun sudah berdiri selama ratusan tahun. Bangunan ikonik ini banyak menggunakan warna kuning dan hijau baik di dalam maupun dalam ruangannya.

Warna-warna tersebut ternyata ada maknanya lho, bukan asal cat saja. Warna kuning yang ada di Istana Maimun ini melambangkan kejayaan dan kemakmuran.

"Kenapa warna kuning? Karena Sultan Deli berharap Istana Maimun ini dan Kerajaan Deli ke depannya itu bisa jaya dan makmur," kata Ire, pemandu wisata di Istana Maimun, Medan, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, untuk warna hijaunya melambangkan ketuhanan yang Maha Esa. Warna ini banyak ditemukan di bagian atas ruangan dan pintu-pintu yang ada.

Lalu di bagian atap istana tersebut juga penuh dengan hiasan. Hiasan itu dilukis tangan langsung oleh pekerja asal Turki.

ADVERTISEMENT

"Ini lukis tangan. Makanya saya bilang awet karena lukis tangan. Mereka langsung yang lukis," ungkapnya.

Sebagai informasi, Istana Maimun dibangun oleh Sultan Deli ke-9 yaitu Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 26 Agustus 1888. Pembangunan istana ini memakan waktu sekitar 3 tahun dan rampung pada 1891.

Istana ini dibangun dengan bantuan arsitek bernama Kapten Theodoor Van Erp dari Belanda. Karena ingin membangun istana yang megah dan indah, Sultan Deli ke-9 menggunakan bahan bangunan yang diimpor dari berbagai negara. Hanya ada satu material asli Indonesia yang dipakai yaitu kayu jati yang digunakan sebagai lantai di bagian teras istana sementara sebagian besar lantai istana menggunakan tegel.

Dilansir dari catatan detikSumut, di istana ini juga memiliki 82 tiang batu dan 43 tiang kayu sebagai penyangga untuk memperkokoh bangunan.

Di Istana Maimun, ada 30 ruangan. Namun yang dibuka untuk umum hanya tiga bagian saja. Pada bagian depan, itu digunakan untuk menyambut tamu dan ada dua ruang penjaga.

Bagian tengah, terdapat singgasana Sultan Deli yang masih ada sampai sekarang. Di bagian ini biasanya dipakai untuk ruang pertemuan antara Kesultanan Deli dengan tamunya.

Di ruang tengah itu juga ada sebuah lampu gantung yang besar dengan berlian nan indah yang kristal-kristalnya bisa memancarkan kerlap-kerlip cahaya dari lampu. Sayangnya, berlian-berlian tersebut sempat jatuh lalu pecah dan tidak bisa diperbaiki. Jadi, sekarang kristal-kristal lampu itu merupakan replika saja.

Lalu, ruang terakhir yang dibuka untuk umum adalah area makan. Dulu, area makan ini biasanya ditutup dengan tirai agar tidak terlihat ketika sedang menyiapkan makanan maupun bersih-bersih. Ketika semua sudah siap, baru lah tirai itu dibuka dan Sultan Deli mengajak tamu ke ruang makan.

Istana Maimun berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektare dengan luas bangunan sekitar 2.300 meter persegi. Bangunan ini memadukan berbagai sentuhan gaya arsitektur mulai dari gaya melayu, Eropa, hingga Timur Tengah.



(abr/ilf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads