AC dan kipas angin selama ini menjadi solusi praktis untuk membuat hawa di rumah menjadi sejuk, apalagi di cuaca panas seperti saat ini. Namun ternyata ada cara lain yang lebih sederhana tanpa menggunakan dua alat elektronik tersebu. Solusinya: handuk basah!
AC dan kipas angin memang secara cepat bisa membuat hawa terasa sejuk, namun tak semua orang mampu membeli dua perangkat itu. Maka dari itu, trik lama yang mudah, murah dan layak dicoba adalah dengan memakai handuk basah.
Dilansir dari The Spruce, handuk basah ini beneran efektif buat ruangan lebih adem lho. Sebab, air yang menguap itu bisa menangkap panas. Cara kerjanya mirip dengan kolam ikan atau kolam renang di rumah yang bisa bikin udara di sekelilingnya lebih adem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Udara melewati kain yang lembap, sebagian air menguap, dan penguapan itu menyerap panas dari udara yang melewatinya," jelas Jonathan B. Hanna, manajer umum Chill Brothers Mechanical seperti dikutip pada Jumat (3/7/2026).
Menggantung handuk saja tidak cukup, ruangan atau rumah tersebut perlu ada akses keluar masuk udara yang cukup sehingga sirkulasi di dalam lancar. Sebab, dari jendela atau ventilasi itu angin bisa masuk dan keluar.
"Handuk basah yang hanya tergantung di udara diam hampir tidak berpengaruh. Ini hanya berfungsi jika memiliki kipas jendela atau angin dari luar yang mendorong udara melalui handuk," ungkapnya.
Jika hanya handuk basah digantung, sementara jendela dan pintu ditutup rapat, jangan harap ruangan jadi adem.
Cara Membuat Perangkap Panas dari Handuk Panas
1. Ukuran Handuk yang Digunakan
Hal penting yang harus disiapkan adalah handuk. Ukurannya perlu disesuaikan dengan ukuran jendela atau ventilasi yang dilalui angin. Sebab, handuk ini akan diletakkan di depannya. Jadi ketika angin masuk akan mengenai handuk tersebut.
"Handuk mandi standar, yang berukuran sekitar 25x50 inci, sudah cukup untuk menutupi sebagian besar bukaan jendela rumah. Ukuran yang lebih besar sebenarnya tidak lebih baik. Yang terpenting adalah seberapa besar handuk tersebut menutupi jalur aliran udara," lanjutnya.
Jika dipasang di depan kipas angin kotak, ukurannya disesuaikan dengan area masuk udara kipas.
2. Kondisi Air
Glenn Gault, pakar HVAC dan CEO Gault Heating & Cooling, mengatakan air yang dipakai untuk merendam handuk tidak harus dingin karena suhu hanya berpengaruh selama beberapa menit pertama. Setelah itu, tidak ada perbedaan antara air dingin dan air hangat.
Efek dingin yang sebenarnya berasal dari penguapan yang terjadi, bukan dari air. Memakai air suhu apa pun selama akses aliran udara bagus dan lokasi peletakkan handuknya tepat, efeknya akan tetap terasa.
3. Pastikan Ruangan Tidak Lembap
Jika rumah atau ruangan tingkat kelembapannya mencapai 60 persen, cara ini tidak cocok. Justru menggantung handuk terlalu sering memicu pertumbuhan jamur.
Cara ini lebih cocok dipakai pada iklim kering.
4. Waktu Penggunaan
Waktu menggantungnya pun lebih baik pada malam, karena udara sudah hampir jenuh dan tidak dapat menyerap lebih banyak kelembapan. Handuk tersebut hanya efektif selama 8-10 jam.
Itulah penjelasan mengenai skema mendinginkan ruangan dengan handuk basah, semoga bermanfaat.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
