Hati-hati! Ini 4 Penyebab Pengajuan KPR Bisa Bermasalah

Hati-hati! Ini 4 Penyebab Pengajuan KPR Bisa Bermasalah

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 02 Jul 2026 11:09 WIB
Infografis alasan KPR ditolak
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikProperti
Jakarta -

Pengajuan KPR ke bank tidak semudah yang dikira. Proses KPR ketat karena bank tidak ingin ada yang gagal bayar di tengah masa angsuran.

Tanda-tanda pengajuan KPR yang gagal bisa diketahui sejak awal. Dengan begitu, calon nasabah bisa menimbang atau mempersiapkan lebih matang kondisi keuangan agar sekali coba bisa langsung tembus.

Menurut pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo ada beberapa penyebab KPR seseorang ditolak, berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab KPR Ditolak

Inilah beberapa faktor yang membuat pengajuan KPR ditolak oleh bank.

1. Karakter (Character)

Hal pertama yang akan dicek oleh bank adalah si calon debitur (peminjam). Bank akan mengecek kalau calon debitur memiliki riwayat kredit yang buruk sebelumnya, tunggakan atau kredit macet saat ini, serta pekerjaan atau penghasilan tidak stabil, hingga usianya terlalu muda atau terlalu tua.

ADVERTISEMENT

Bank sulit untuk memberikan KPR kepada calon debitur yang memiliki pinjaman online atau pinjol. Bahkan dulu, ada tagihan Rp 1 juta itu juga menghambat penyetujuan KPR. Semua riwayat pinjaman itu bisa dilihat melalui BI Checking.

Arianto mengatakan batas utang seseorang seharusnya hanya sekitar 30-40 persen dari penghasilan. Lewat dari itu, orang itu akan berat melunasi utang.

"Batas rule of thumb-nya (biasanya) tidak lebih dari 30-40% penghasilan, cukup untuk mengangsur bulanan," kata Arianto saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

2. Kemampuan (Capacity)

Setelah melihat latar belakang dan riwayat keuangan calon nasabah, dari sana bank seharusnya sudah tahu kemampuan bayarnya. Alasan bank menolak pengajuan KPR, calon nasabah itu dinilai belum mampu membayar karena pinjaman yang diajukan terlalu tinggi dibandingkan dengan pendapatannya.

3. Jaminan (Collateral)

Umumnya, ketika mengajukan pinjaman, bank akan minta sebuah jaminan atau nilai agunan. Hal ini untuk berjaga-jaga jika di tengah jalan debitur kesulitan melunasi cicilannya. Jaminan ini tentu harus cukup untuk mengganti nilai uang kredit yang telah diberikan kepada debitur.

4. Keadaan (Condition)

Bank ragu untuk menyetujui KPR kepada debitur yang kondisi ekonomi yang tidak stabil. Namun ada pula yang kondisinya cukup stabil tetapi tidak disetujui KPR-nya karena berbagai alasan lain.

Cara Lolos Pengajuan KPR

Arianto memberikan tips bagaimana cara lolos dalam pengajuan KPR. Caranya sebagai berikut.

1. Tepat Waktu Membayar Pinjaman

Pertama adalah tunjukkan bahwa calon debitur bisa selalu membayar angsuran dan tepat waktu. Tidak ada yang lebih penting daripada menunjukkan tanggung jawab. Jika setiap pinjaman bisa dibayar dengan lancar, calon debitur bisa mendapatkan kepercayaan bank dan KPR bisa auto lolos.

Arianto mengingatkan sebelum mengajukan cicilan lain, sebaiknya lunasi dulu cicilan lainnya agar tidak terjadi gagal bayar karena biayanya besar.

"Kalau melakukan pelunasan, pihak kreditur akan mengeluarkan bukti pelunasan. Dan bagi debitur sebaiknya selalu minta bukti pelunasan pada saat menyelesaikan kewajibannya," ujarnya.

2. Cicilan Tidak Boleh Lebih dari 30% dari Penghasilan

Untuk meyakinkan bank untuk mengambil KPR, atur keuanganmu agar bisa mengambil cicilan. Pastikan alokasi penghasilan yang dipakai untuk cicilan atau KPR tidak lebih dari 30 persen jumlah penghasilan.

Jika kebutuhan terlalu besar, solusinya adalah meningkatkan penghasilan misalnya dengan membuka usaha sampingan sehingga sumber pendapatan tidak hanya dari satu pintu.

3. Memilih Jaminan yang Tepat

Siapkan jaminan yang tepat yakni yang cukup nilai dan likuidnya. Likuid adalah jaminan yang mudah untuk dikonversikan menjadi uang tunai atau mudah dijual.

"Jaminan yang tepat adalah cukup nilainya bila dibandingkan dengan pinjaman yang diterima dan likuid untuk dapat 'dijual' sewaktu gagal bayar," jelas Arianto.

4. Perkirakan Momen yang Tepat

Calon debitur perlu memahami kondisi ekonomi saat ini dan kebijakan bank terkait KPR yang diajukan. Sebelum mengajukan KPR, lakukan riset antar bank, pertimbangkan mana yang cocok dengan kondisi keuangan saat ini.

Itulah beberapa tanda KPR tertolak dan solusinya, semoga bermanfaat.




(aqi/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads