Merawat tanaman perlu dilakukan agar tetap bisa tumbuh, salah satunya dengan menyiramnya. Tapi, memasuki musim kemarau, keberadaan bisa menjadi sulit karena kondisinya yang kering.
Saat kekeringan, ada beberapa tanaman yang hanya membutuhkan kebiasaan penyiraman yang lebih baik alih-alih air yang lebih banyak. Dengan beberapa penyesuaian, bisa saja mengurangi penggunaan air sambil menjaga tanaman tetap sehat.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tanaman bisa tetap tumbuh subur meski lagi kesulitan air. Dilansir dari Architectural Digest India, berikut ini informasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pelihara Lebih Sedikit Tanaman tapi Jaga Kesehatannya
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memelihara beberapa tanaman saja alih-alih banyak tanaman. Tapi, perhatikan kesehatan tanaman.
Daun yang sehat, pertumbuhan yang stabil, dan tanaman yang terawat dengan baik menciptakan keasrian dan vitalitas yang dicari kebanyakan orang. Jadi, kalau air sedang terbatas, merawat lebih sedikit tanaman akan lebih praktis dan bijaksana.
2. Kelompokkan Tanaman Berdasarkan Kebutuhan Air
Pemilik rumah bisa mengelompokkan tanaman berdasarkan kebutuhan air dan kelembapan yang serupa dan ditempatkan di area yang sama. Misalnya, tanaman tropis lebih suka kelembapan yang konsisten dapat ditempatkan di area yang sama, sementara tanaman yang lebih tahan kering seperti lidah mertua, tanaman ZZ, dan sukulen bisa ditempatkan di area lainnya.
Pendekatan ini juga membuat penyiraman lebih terencana. Selain itu, lebih sedikit air yang terbuang dan tanaman lebih sedikit mengalami stres.
3. Pindahkan Tanaman dari Sinar Matahari Langsung
Cahaya memang penting untuk pertumbuhan tanaman, tetapi panas yang berlebihan bisa meningkatkan kehilangan air. Tanaman yang diletakkan langsung di dekat jendela atau balkon yang menghadap ke barat dapat mengering jauh lebih cepat selama musim panas. Tanah mereka kehilangan kelembapan dengan cepat, dan tanaman mulai menjadi kering.
Penghuni rumah bisa memindahkan tanaman tertentu ke area yang lebih sedikit mendapat cahaya matahari untuk membantu menghemat kelembapan. Tanaman bisa diletakkan sekitar 2-3 kaki dari jendela yang panas tapi masih bisa tetap mendapat cahaya matahari.
4. Tak Perlu Sering Siram Tanaman
Banyak orang menanggapi kekurangan air dengan menyiram tanaman sedikit demi sedikit setiap hari. Sayangnya, hal ini seringkali menciptakan sistem perakaran yang dangkal karena kelembapan tidak pernah mencapai bagian tanah yang lebih dalam. Lapisan atas menjadi lembap sementara akar bagian bawah tetap kering.
Penyiraman menyeluruh yang benar-benar membasahi bola akar mendorong pertumbuhan akar yang lebih kuat dan memungkinkan tanah untuk menahan kelembapan lebih lama. Penghuni rumah bisa memeriksa tanah dengan jari terlebih dahulu sebelum menyiramnya.
5. Pakai Air Bekas Jika Memungkinkan
Air yang dipakai untuk mencuci buah dan sayur atau mencuci beras bisa dipakai untuk menyiram tanaman hias. Praktik ini tentu bisa menghemat penggunaan air.
Tapi jangan sampai air yang dipakai mengandung mengandung sabun, deterjen, minyak, garam, atau produk pembersih. Itu karena, zat-zat tersebut bisa merusak akar dan memengaruhi kesehatan tanah.
6. Pilih Pot yang Tahan Lembap
Pot tanaman memiliki peran penting dalam seberapa cepat tanah mengering. Pot terakota menarik dan berpori, tetapi juga kehilangan kelembapan melalui dindingnya yang berpori sehingga kurang cocok saat musim kemarau.
Pot keramik berglasir maupun logam bisa menahan kelembapan lebih lama. Pot dengan penyiraman otomatis memungkinkan tanaman menyerap air secara bertahap melalui reservoir, mengurangi penguapan dan penyiraman berlebihan.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat tanaman saat air sedang sulit. Semoga membantu!
(abr/zlf)











































