Fondasi merupakan bagian paling penting dari sebuah rumah. Struktur ini berfungsi menopang seluruh bangunan agar tetap kokoh dan aman dihuni dalam jangka panjang.
Namun, fondasi rumah bisa mengalami masalah akibat pemasangan yang kurang tepat, perubahan kondisi tanah, hingga faktor lingkungan. Sayangnya, kerusakan fondasi sering kali tidak disadari karena gejalanya terlihat sepele.
Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, masalah pada fondasi dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius dan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Family Handyman, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai karena bisa mengindikasikan fondasi rumah sedang bermasalah.
1. Rumput Liar Tumbuh di Dekat Fondasi
Kemunculan rumput liar di halaman rumah memang hal yang biasa. Namun, jika tumbuh bergerombol tepat di sekitar fondasi, kondisi tersebut patut dicurigai.
Rumput liar yang tumbuh di area tertentu bisa menjadi tanda adanya kelembapan berlebih di sekitar fondasi. Bahkan, jika tanaman liar muncul dari sela-sela bangunan, bisa jadi terdapat retakan yang memungkinkan akar masuk ke dalam struktur.
2. Drainase Bermasalah
Sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik juga dapat mempengaruhi kondisi fondasi rumah.
Saluran pembuangan yang tersumbat atau pipa yang bocor dapat membuat tanah di sekitar fondasi mengalami penyusutan atau pengembangan secara tidak merata. Akibatnya, fondasi bisa bergeser dan memicu berbagai kerusakan pada bangunan.
Jika menemukan masalah pada drainase, sebaiknya segera diperiksa dan diperbaiki sebelum berdampak lebih besar pada struktur rumah.
3. Pintu dan Jendela Sulit Dibuka
Pintu atau jendela yang macet sering dianggap masalah biasa. Namun, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda adanya pergeseran pada fondasi.
Ketika fondasi bergerak atau mengalami penurunan, bentuk bangunan tidak lagi presisi. Akibatnya kusen pintu dan jendela berubah posisi sehingga menjadi sulit dibuka maupun ditutup.
Jika kondisi ini terjadi pada beberapa pintu dan jendela sekaligus, penghuni rumah perlu lebih waspada.
4. Lantai Tidak Rata
Lantai yang terasa miring atau tidak rata merupakan salah satu tanda paling mudah dikenali.
Coba perhatikan arah aliran air saat ada tumpahan di lantai. Jika air selalu mengalir ke satu titik tertentu, bisa jadi lantai mengalami kemiringan akibat pergerakan fondasi.
Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab pastinya.
5. Muncul Retakan di Dinding dan Lantai
Retakan pada dinding maupun lantai menjadi salah satu gejala yang paling sering dikaitkan dengan masalah fondasi.
Retakan kecil memang belum tentu berbahaya. Namun, jika retakan terus bertambah panjang, melebar, atau muncul di banyak titik, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.
Sementara itu, retakan pada bagian luar rumah juga perlu diperhatikan, terutama jika pola retaknya tidak beraturan atau terus berkembang dari waktu ke waktu.
Jika menemukan tanda-tanda di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga ahli konstruksi untuk memastikan kondisi fondasi rumah. Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah dan menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
(das/das)
