Mimpi memiliki rumah di Jakarta merupakan harapan sebagian besar orang Jakarta, meskipun nilai tanahnya cukup tinggi. Alasannya dekat dari kantor dan nilai propertinya yang tinggi.
Dengan anggapan kisaran gaji pekerja di Jakarta sekitar Rp 10 juta per bulan, apakah masih ada peluang untuk punya rumah di Jakarta?
Menurut Perencana Keuangan Andy Nugroho sebenarnya harga rumah di Jakarta cukup beragam. Beda lokasi dan luas rumah, harganya juga akan berbeda. Umumnya semakin dekat dengan perkantoran atau area pusat Jakarta, harganya semakin tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan harga rumah di Jakarta yang di bawah Rp 1 miliar masih bisa ditemukan, tetapi lokasinya memang agak sulit dilalui mobil karena letaknya di dalam gang dengan harga mulai dari Rp 500 juta ke atas.
"Misalnya pengin cari rumah yang dekat dengan tempat kerja, itu mungkin di dalam gang sekalipun harganya sudah tembus Rp 500 (juta-an), itu di dalam gang. Di dalam gang itu mungkin yang cuma satu motor doang yang bisa lewat, mobil nggak bisa lewat,"katanya kepada detikcom, Kamis (16/5/2024).
Untuk membeli rumah seharga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar di Jakarta dengan gaji Rp 5-10 juta, skema pembelian yang paling relevan adalah dengan KPR konvensional karena di daerah Jakarta sudah tidak ada lagi rumah subsidi. Para debitur nanti akan dikenakan bunga flat (tetap) dan floating (nilainya berubah-ubah).
Sebagai gambaran, pekerja Jakarta, kita sebut saja A, mendapatkan rumah seharga Rp 500 juta di Jakarta. Lalu, ingin membeli dengan KPR tenor 25 tahun dan uang muka atau DP 5 persen atau Rp 25 juta. A akan mendapatkan cicilan dengan bunga flat selama 3 tahun sebesar 5,99 persen dan bunga floating sisanya sebesar 13,5 persen.
Dilansir dari simulasi kalkulator KPR milik BTN, Senin (18/5/2026) angsuran yang didapat sekitar Rp 3.093.533 per bulan saat bunga masih flat dan nilainya akan bertambah menyesuaikan dengan bunga setelah 3 tahun pembayaran.
Perlu diingat, banyak ahli yang menyarankan besar KPR per bulan sebaiknya hanya 30 persen dari penghasilan. Jika gaji Rp 5 juta per bulan, maksimal cicilannya adalah Rp 1,5 juta per bulan.
Jika nilai KPR mulai dari Rp 3 jutaan per bulan, maka besar gajinya minimal adalah Rp 10 juta.
Besar KPR ini bisa lebih kecil jika masa tenor diperpanjang atau mencari rumah yang lebih murah.
Andy menyarankan, jika benar-benar membutuhkan rumah dan enggan menyewa, cari rumah di pinggiran Jabodetabek. Harga rumah di pinggiran Jakarta lebih bervariatif dan dengan ukuran yang masih layak.
"Contohnya Bogor, tapi nggak di tengah Kota Bogor. Mungkin daerah Citayam, itu juga bukan yang di dekat stasiun, agak menjauh dikit mungkin radius 2 km dari stasiun. Karena memang harganya sudah mahal daerah sana," tuturnya.
Selain memastikan budget sesuai, pastikan pula rumah tersebut akan ditempati selamanya. Tidak ada potensi dipindah tugas ke daerah lain atau keinginan pindah kerja dalam waktu dekat. Sebab, khawatirnya nanti akan sulit menjualnya, meskipun lokasinya di Jakarta.
Apabila belum memiliki cukup uang untuk membeli rumah, sebaiknya mengontrak dahulu. Cari kontrakan yang dekat dengan kantor agar bisa memangkas biaya transportasi sehingga bisa menabung untuk membeli rumah.
"Rumah itu kan kebutuhan yang penting dan urgent, mau nggak mau harus dipenuhi. Ketika kita bekerja di suatu tempat, otomatis harus memiliki tempat tinggal. Misal kita belum mampu untuk membeli rumah ya pilihannya yang paling masuk akal adalah ngontrak dulu," tuturnya.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/aqi)
