Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi banyak orang untuk membeli rumah tanpa harus membayar tunai. Dengan sistem cicilan bertahun-tahun, masyarakat bisa memiliki hunian lebih cepat meski dana terbatas. Namun, tak sedikit calon pembeli rumah yang pengajuan KPR-nya justru ditolak bank.
Banyak orang mengira penghasilan besar sudah cukup untuk mendapatkan persetujuan KPR. Padahal, bank memiliki sejumlah penilaian khusus sebelum menyetujui kredit rumah seseorang.
Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menjelaskan, bank biasanya menggunakan metode penilaian 4C sebelum memberikan kredit kepada debitur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Batas rule of thumb-nya (biasanya) tidak lebih dari 30-40% penghasilan, cukup untuk mengangsur bulanan," kata Arianto saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.
Lantas, apa saja penyebab KPR ditolak bank?
Penyebab KPR Ditolak
1. Riwayat Kredit Jelek
Salah satu faktor utama adalah karakter atau riwayat kredit calon debitur. Bank akan mengecek data calon peminjam melalui SLIK OJK atau BI Checking untuk melihat apakah pernah menunggak cicilan atau memiliki kredit macet.
Tak hanya itu, kepemilikan utang pinjaman online (pinjol) juga bisa menjadi pertimbangan serius. Bank biasanya akan menilai total utang calon debitur apakah masih dalam batas aman atau tidak.
Jika cicilan terlalu besar dibanding penghasilan, peluang KPR disetujui bisa semakin kecil.
2. Penghasilan Dinilai Tidak Cukup
Bank juga melihat kemampuan membayar cicilan setiap bulan. Debitur dengan penghasilan tidak stabil atau cicilan yang terlalu besar dianggap memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi.
Karena itu, besaran cicilan ideal biasanya maksimal hanya 30% dari total penghasilan bulanan.
3. Jaminan Kurang Meyakinkan
Dalam proses kredit, bank juga memperhatikan nilai agunan atau jaminan. Nilai aset yang dijadikan jaminan harus cukup dan mudah dijual kembali jika sewaktu-waktu terjadi gagal bayar.
"Jaminan yang tepat adalah cukup nilainya bila dibandingkan dengan pinjaman yang diterima dan likuid untuk dapat 'dijual' sewaktu gagal bayar," jelas Arianto.
4. Kondisi Ekonomi dan Pekerjaan Tidak Stabil
Selain faktor pribadi, kondisi ekonomi dan pekerjaan debitur juga menjadi pertimbangan. Bank cenderung berhati-hati memberikan KPR kepada calon debitur dengan pekerjaan tidak tetap atau kondisi usaha yang sedang lesu.
Meski begitu, ada pula pengajuan KPR yang tetap ditolak meski kondisi finansial debitur terlihat cukup baik.
Cara Agar Pengajuan KPR Disetujui
Agar peluang lolos KPR lebih besar, Arianto menyarankan calon debitur memahami cara kerja analisis bank.
Bayar Cicilan Tepat Waktu
Riwayat pembayaran utang sangat menentukan. Jika pernah memiliki pinjaman, pastikan seluruh cicilan dibayar tepat waktu dan simpan bukti pelunasan.
"Kalau melakukan pelunasan, pihak kreditur akan mengeluarkan bukti pelunasan. Dan bagi debitur sebaiknya selalu minta bukti pelunasan pada saat menyelesaikan kewajibannya," kata Arianto.
Jaga Rasio Utang
Calon pembeli rumah sebaiknya menjaga total cicilan agar tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Semakin kecil rasio utang, semakin besar peluang KPR disetujui.
Pilih Jaminan yang Tepat
Bank akan lebih yakin jika jaminan yang diberikan memiliki nilai cukup dan mudah dicairkan menjadi uang tunai.
Cari Waktu Pengajuan yang Tepat
Sebelum mengambil KPR, masyarakat juga disarankan membandingkan bunga dan kebijakan antar bank. Kondisi ekonomi dan suku bunga sangat mempengaruhi besar cicilan rumah setiap bulan.
Itulah penyebab KPR ditolak bank dan cara agar bisa lolos persetujuan KPR. Semoga membantu!
(das/abr)










































