Setiap bangunan termasuk rumah berisiko mengalami kebakaran. Penyebabnya berbagai hal, mulai dari kebiasaan hingga barang-barang yang dapat memicu kebakaran.
Aktivitas sederhana kalau tidak dikerjakan dengan hati-hati bisa memicu kebakaran. Misalnya sekadar memasak camilan atau mengisi daya ponsel bisa berujung musibah.
Kebakaran bisa terjadi kapan saja tanpa disangka-sangka. Oleh karena itu, penghuni rumah mesti tahu apa saja yang berisiko menimbulkan kebakaran di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa penyebab kebakaran di rumah? Berikut ini penjelasannya.
Penyebab Kebakaran dan Cara Cegahnya
Inilah beberapa penyebab umum terjadi kebakaran di rumah beserta cara mencegahnya, dikutip dari Devon & Somerset Fire & Rescue Service, Jumat (8/5/2026).
1. Memasak Tanpa Pengawasan
Sebagian besar penyebab kebakaran rumah bermula dari dapur. Dapur memiliki risiko tertinggi kebakaran dengan adanya penggunaan api.
Penghuni mesti hati-hati saat beraktivitas di dapur. Salah satunya ketika menggoreng dengan banyak minyak karena minyak panas mudah terbakar.
Cara paling aman untuk menggoreng makanan dengan minyak adalah menggunakan penggorengan listrik yang dikontrol termostat.
Selain itu, penghuni terkadang tidak fokus saat memasak. Distraksi misalnya karena melakukan kegiatan lain membuat penghuni tidak memerhatikan masakan.
Selalu awasi masakan dan matikan peralatan setelah selesai. Jangan pernah membiarkan masakan tetap menyala saat tidak berada di rumah.
2. Penggunaan Alat Elektronik Tidak Tepat
Kemudian, kebakaran bisa terjadi karena kelalaian penghuni ketika menggunakan perangkat elektronik. Hal ini termasuk penggunaan komputer, kabel, dan colokan, serta pengisi daya.
Penghuni perlu memperhatikan keamanan dalam menggunakan perangkat elektronik. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah menggunakan pengisi daya orisinal, isi daya perangkat di permukaan yang datar, jangan mengisi daya perangkat tanpa pengawasan, serta meninggalkan pengering rambut di kasur atau karpet.
3. Kerusakan Perangkat Elektronik
Peralatan rumah tangga yang rusak juga dapat memicu kebakaran. Beberapa perangkat elektronik di rumah yang dapat memicu kebakaran saat rusak adalah mesin cuci, freezer, dan kulkas.
Untuk mencegah kebakaran, jangan membiarkan mesin cuci menyala ketika sedang tidur. Jika mulai berasap atau terjadi kebakaran kecil, penghuni dapat menghubungi pemadam kebakaran sebelum api membesar.
Selain itu, semua peralatan ini berdaya tinggi dan menggunakan banyak listrik. Gunakan hanya satu peralatan per stopkontak.
Peralatan tersebut tidak boleh digunakan dengan kabel ekstensi atau stopkontak multi-colokan. Sebab, hal itu dapat menyebabkan kelebihan beban pada stopkontak dan dapat mengakibatkan kebakaran.
4. Merokok
Merokok meningkatkan potensi kebakaran di rumah. Apalagi kalau penghuni merokok di area yang dikelilingi barang yang mudah terbakar.
Risiko kebakaran dapat diminimalisir saat merokok di rumah. Caranya dengan merokok di area outdoor, memastikan api benar-benar padam setelah merokok, dan menggunakan wadah buat buang abu rokok.
5. Lilin
Terkadang lilin digunakan untuk menerangi rumah. Namun, penggunaan lilin berisiko membuat kebakaran serius karena berawal dari api terbuka dan menyebar dengan cepat.
Sebaiknya beralih menggunakan lampu dengan baterai daripada lilin. Alat ini lebih aman karena tidak menggunakan api.
Jika ingin menyalakan lilin, pastikan berada di permukaan yang aman dan gunakan wadah lilin. Permukaan itu juga dekat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti gorden, karpet, buku, dan rak.
Lalu, pastikan untuk mematikan api sampai benar-benar padam saat mau meninggalkan ruangan atau tidur.
Itulah beberapa hal yang menyebabkan kebakaran rumah dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!
(dhw/dhw)










































