Air Akuarium Mendadak Keruh dan Kotor? Bisa Jadi Karena Alga Cokelat

Air Akuarium Mendadak Keruh dan Kotor? Bisa Jadi Karena Alga Cokelat

Wildan Alghofari - detikProperti
Selasa, 28 Apr 2026 08:46 WIB
Living room with reef tank
Ilustrasi akuarium (Foto: iStock)
Jakarta -

Akuarium ikan hias sering menjadi dekorasi favorit di rumah karena tampilannya yang menenangkan dan estetik. Namun, banyak pemilik akuarium mengeluhkan air yang cepat keruh serta munculnya lapisan cokelat seperti debu di kaca dan dasar akuarium.

Masalah ini ternyata cukup umum terjadi, terutama pada akuarium baru. Penyebabnya bukan karena air kotor semata, melainkan kemunculan alga cokelat atau diatom yang tumbuh di dalam akuarium.

Dilansir dari The Times of India, alga cokelat sebenarnya bukan alga sungguhan, melainkan organisme mikroskopis bernama diatom. Organisme bersel satu ini memiliki cangkang dari silika dan mudah menempel pada kaca, batu, kerikil, hingga dekorasi akuarium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat terkena cahaya lampu, diatom terlihat seperti lapisan debu cokelat yang membuat akuarium tampak kusam dan tidak terawat.

Tanda Akuarium Mulai Ditumbuhi Alga Cokelat

Kemunculan alga cokelat biasanya ditandai dengan lapisan tipis berwarna cokelat pada kaca akuarium, kerikil, daun tanaman air, atau dekorasi.

ADVERTISEMENT

Lapisan ini tidak berlendir dan relatif mudah dibersihkan. Namun, dalam banyak kasus, alga bisa tumbuh kembali dengan cepat apabila kondisi air belum stabil.

Masalah ini paling sering terjadi pada akuarium baru karena ekosistem di dalamnya belum terbentuk sempurna. Koloni bakteri baik yang berfungsi menjaga keseimbangan air juga biasanya masih belum stabil.

Penyebab Alga Cokelat Muncul di Akuarium

Ada sejumlah faktor yang memicu pertumbuhan alga cokelat di akuarium, salah satunya kandungan silika yang tinggi pada air.

Silika biasanya berasal dari air keran atau pasir akuarium. Selain itu, kadar nitrat dan nutrisi berlebih di dalam air juga membuat diatom berkembang lebih cepat.

Pencahayaan yang kurang ternyata turut memperparah kondisi tersebut. Dalam kondisi minim cahaya, tanaman air dan alga hijau kesulitan berkembang sehingga diatom lebih mudah mendominasi akuarium.

Tak hanya itu, pemberian pakan ikan secara berlebihan, kepadatan ikan terlalu tinggi, hingga jarang mengganti air juga dapat mempercepat pertumbuhan alga cokelat.

Cara Membersihkan Alga Cokelat di Akuarium

Meski mengganggu tampilan, alga cokelat sebenarnya cukup mudah dibersihkan. Pemilik akuarium bisa menggosok kaca menggunakan spons atau kain lembut untuk mengangkat lapisan diatom.

Bagian dasar akuarium juga perlu dibersihkan menggunakan alat vakum saat mengganti air karena alga sering menumpuk di antara kerikil.

Pembersihan sebaiknya dilakukan rutin bersamaan dengan penggantian sebagian air akuarium agar kualitas air tetap terjaga.

Selain itu, media filter disarankan dibersihkan menggunakan air akuarium, bukan air keran. Cara ini penting untuk menjaga bakteri baik tetap hidup.

Beberapa jenis hewan pemakan alga seperti ikan sapu-sapu dan siput juga dapat membantu mengontrol pertumbuhan diatom secara alami.

Cara Mencegah Akuarium Cepat Keruh

Agar alga cokelat tidak muncul kembali, pemilik perlu menjaga kestabilan ekosistem akuarium.

Gunakan pencahayaan yang cukup sekitar 8-10 jam per hari agar tanaman air dapat tumbuh optimal dan bersaing menyerap nutrisi.

Penggantian air secara rutin juga penting dilakukan untuk menurunkan kadar nitrat dan silika dalam air. Selain itu, hindari memberi makan ikan secara berlebihan karena sisa pakan bisa menjadi sumber nutrisi bagi alga.

Pastikan pula sistem filtrasi bekerja dengan baik sesuai ukuran akuarium. Jika air keran di rumah mengandung mineral tinggi, penggunaan air filtrasi bisa menjadi solusi.

Pada akuarium baru, kemunculan alga cokelat sebenarnya normal dan biasanya akan berkurang sendiri setelah kondisi air stabil.

Dengan perawatan yang rutin dan tepat, akuarium bisa kembali jernih, bersih, dan nyaman untuk ikan hias di rumah.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads