- Penyebab AC Tak Dingin Meski Baru Diservis 1. Filter Udara Masih Kotor atau Tersumbat 2. Pemasangan Ulang Setelah Servis Kurang Tepat 3. Freon Bocor atau Tekanannya Bermasalah 4. Kondensor Evaporator Kotor 5. Termostat Bermasalah atau Salah Pengaturan 6. Masalah Listrik atau Komponen Lainnya 7. Ada Kerusakan Komponen yang Terlewat
AC yang baru saja diservis seharusnya kembali bekerja optimal dan membuat ruangan terasa sejuk. Namun, beberapa orang biasanya mengalami AC justru masih terasa kurang dingin meski perawatan sudah dilakukan.
Kondisi ini tentu membuat bingung, apalagi jika servis baru saja selesai. Ternyata, permasalahan ini bisa berasal dari hal sederhana seperti filter yang belum bersih sempurna, hingga kerusakan komponen penting yang luput diperiksa teknisi.
Sebelum buru-buru kembali memanggil teknisi lain, ada baiknya memahami beberapa penyebab yang paling sering terjadi agar penanganannya lebih tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab AC Tak Dingin Meski Baru Diservis
THL Aircon dalam artikelnya menjelaskan bahwa AC yang tetap tidak dingin setelah servis juga bisa dipicu oleh kesalahan pemasangan ulang atau adanya kerusakan yang belum tertangani.
Dilansir dari The Spruce, ada sejumlah penyebab umum AC tidak mampu mendinginkan ruangan dengan baik, berikut penjelasannya.
1. Filter Udara Masih Kotor atau Tersumbat
Filter udara berfungsi menyaring debu sekaligus menjaga aliran udara tetap lancar. Jika filter masih kotor, udara dingin tidak bisa keluar maksimal meski AC sudah dinyalakan.
Filter yang tersumbat debu dan kotoran dapat menghambat sirkulasi udara secara signifikan. Filter bisa saja luput dibersihkan secara menyeluruh saat servis karena teknisi lebih fokus pada kerusakan utama.
Richie Drew dari One Hour Heating & Air Conditioning mengatakan dalam memperbaiki AC, penting juga untuk memeriksa apakah filter perlu diganti atau tidak.
"Periksa apakah filter AC di unit dalam rumah perlu diganti. Anda sebaiknya menggantinya setiap satu hingga dua bulan," ujar Richie Drew dikutip dari The Spruce.
2. Pemasangan Ulang Setelah Servis Kurang Tepat
Setelah dibongkar saat proses servis, semua komponen AC harus dipasang kembali dengan benar. Jika ada bagian yang longgar, salah posisi, atau pengaturan belum dikembalikan seperti semula, performa pendinginan bisa menurun.
Teknisi yang terburu-buru berisiko lupa memasang kembali komponen secara presisi atau lupa mengembalikan mode pengaturan AC sesuai kebutuhan pengguna. Karena itu, setelah servis selesai, penting untuk langsung mengecek suhu, mode, dan hembusan udara AC.
3. Freon Bocor atau Tekanannya Bermasalah
Banyak orang mengira AC kurang dingin karena freon habis. Padahal, sistem AC bekerja dalam sirkulasi tertutup, sehingga freon seharusnya tidak berkurang jika tidak ada kebocoran.
Kadar freon yang rendah hampir selalu menandakan adanya kebocoran pada sambungan, pipa, atau kompresor.
"Kebocoran freon dapat menyebabkan unit AC Anda beroperasi lebih lama dari biasanya, meningkatkan tagihan listrik, atau menyebabkan unit AC mengeluarkan udara hangat," ujar Richie Drew.
Masalah ini sebaiknya ditangani teknisi profesional karena membutuhkan pengecekan tekanan, perbaikan kebocoran, dan pengisian ulang freon.
4. Kondensor Evaporator Kotor
Gulungan evaporator dan kondensor berperan penting dalam proses pelepasan panas. Jika permukaannya tertutup debu, jamur, atau lumut, proses pendinginan akan terganggu. Kondensor yang kotor atau membeku bisa membuat freon tidak bersirkulasi normal. Hal ini membuat AC terasa tetap panas meski mesin menyala. Selain itu, kotoran yang menumpuk di koil dapat mengurangi kemampuan AC membuang panas dari dalam rumah.
5. Termostat Bermasalah atau Salah Pengaturan
Termostat mengatur suhu ruangan sesuai setelan pengguna. Jika sensor suhu bermasalah atau pengaturannya berubah saat servis, AC bisa bekerja tidak sesuai kebutuhan.
"Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa unit pendingin udara Anda tidak berfungsi. Terkadang sesederhana menyesuaikan pengaturan termostat atau memprogram ulang termostat pintar Anda," ujar Richie Drew.
Termostat yang tidak dikalibrasi dengan benar setelah perbaikan juga dapat membuat suhu ruangan tidak kunjung dingin.
6. Masalah Listrik atau Komponen Lainnya
Masalah kelistrikan juga sering menjadi penyebab AC tidak dingin setelah servis. Misalnya sambungan listrik belum terpasang sempurna, kapasitor lemah, sekring putus, atau relay rusak. Teknisi terkadang bisa saja lupa menyambungkan aliran daya kembali setelah servis selesai.
Jason Smith dari Smith Brothers Heating and Cooling mengatakan AC yang tidak dingin secara optimal, terkadang karena ada sekring yang rusak.
"Masalah paling umum ketika AC Anda tiba-tiba berhenti bekerja adalah sekring atau kapasitor yang putus," ujar Jason Smith dikutip dari The Spruce.
7. Ada Kerusakan Komponen yang Terlewat
Servis rutin memang membantu membersihkan AC, tetapi tidak selalu langsung menyelesaikan semua masalah, terutama jika ada kerusakan komponen utama. Selain itu, bisa saja ada kerusakan mekanis lain yang belum terdeteksi saat servis, seperti kompresor lemah, motor kipas bermasalah, atau kebocoran tersembunyi.
"Seorang teknisi perlu memeriksa kebocoran freon, menguji komponen listrik, dan memeriksa kompresor serta koil," ujar Omero Flores dikutip dari The Spruce.
Masalah seperti kebocoran freon, kerusakan kompresor, dan gangguan kelistrikan sebaiknya tidak diperbaiki sendiri karena berisiko merusak unit lebih parah. Pemeriksaan ulang oleh teknisi yang kompeten bisa membantu menemukan sumber masalah dan memastikan AC kembali dingin optimal.
(das/das)










































