Penggunaan jasa pembantu infal tentu bisa membantu pekerjaan rumah saat libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Biar nggak zonk, ada beberapa tips untuk memilih pembantu infal.
Jangan sampai sudah bayar mahal tapi nggak cocok. Kalau seperti itu justru bisa merugikan pengguna jasa pembantu infal.
Lalu, bagaimana cara memilih pembantu infal yang pas?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Owner LPK Tiara Kasih Bunda, Irena, membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan pengguna. Pertama, pastikan lembaga penyalur pembantu infal terdaftar resmi atau terverifikasi oleh dinas ketenagakerjaan setempat. Ini untuk memastikan identitas pekerjanya jelas serta data-datanya lengkap.
"Kemudian, harus ada interview dan baiknya datang ke lokasi kecuali merupakan user lama," tuturnya kepada detikcom belum lama ini.
Menurutnya, kalau baru pertama kali memakai jasa pembantu infal sebaiknya datang langsung ke lokasi agar lebih pasti. Itu termasuk melihat apakah kemampuannya mumpuni, sebab pembantu infal diharapkan untuk bisa mengerjakan pekerjaannya dalam waktu yang terbatas.
Dalam mencari pekerja di tempatnya, Irena memiliki kriterianya sendiri seperti usia 18-45 tahun tapi tak menutup kemungkinan usia lebih dari 45 tahun selama memiliki kesehatan fisik, memiliki identitas lengkap, ada surat izin dari keluarga, dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
Sementara itu, Staf LPK Abadi Sejahtera, Imas, mengungkapkan tips untuk memilih pembantu infal yaitu yang memang memiliki pengalaman kerja.
"Tips memilih ART infal ya yang sudah jelas pengalaman kerjanya, punya keahlian, tentunya sesuai request-an para pengguna jasa," tuturnya kepada detikcom.
Dalam mencari pekerja di tempatnya, Imas mengatakan memiliki beberapa kriteria seperti sudah memiliki pengalaman setidaknya 1 tahun dan usianya di bawah 42 tahun.
(abr/zlf)











































