Menjelang libur Hari Raya Idulfitri pemesanan jasa pembantu infal banyak diburu warga. Itu karena biasanya, pembantu rumah pulang kampung ketika Lebaran sehingga pemilik rumah mencari pembantu sementara untuk membantu pekerjaan rumah.
Ini seperti yang dialami oleh LPK Abadi Sejahtera. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di Tangerang ini mengaku sudah mendapat pesanan untuk penyaluran pembantu infal sejak awal puasa.
"Untuk para pengguna jasa, rata-rata pada booking awal-awal puasa biar dapat waiting list teratas. Paling ramai dari H-5 Lebaran sampai H+5 Lebaran," ungkap Staf LPK Abadi Sejahtera, Imas, kepada detikcom, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahun ini, ada sekitar 35 pengguna jasa infal yang sudah tercatat di tempatnya. Ini naik 40 persen dibandingkan tahun lalu.
Umumnya, para pengguna jasa pembantu infal ini selama 1-2 minggu. Untuk penyaluran pembantu infal dilakukan sejak minggu ke-2 puasa sampai H-1 Lebaran.
Jasa infal yang ditawarkan dari LPK ini tidak hanya pembantu, ada juga babysitter/nannysitter, dan perawat lansia. Gaji per harinya sekitar Rp 250-400 ribu.
Untuk penyalurannya, LPK ini biasanya menyalurkan ke wilayah sekitar, seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, Bekasi, serta Pantai Indah Kapuk (PIK).
Di sisi lain, owner LPK Tiara Kasih Bunda, Irena, mengungkapkan tahun ini ada lebih dari 100 waiting list pengguna jasa infal, sementara tenaga kerja sekitar 100 orang. Untuk pemesanan penggunaan jasanya sudah dibuka sejak 2 minggu sebelum Lebaran dan 2 minggu setelah Lebaran.
Meski masih bisa dibilang stabil, Irena mengaku jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika dibandingkan sebelum pandemi COVID-19, jumlah waiting listnya bisa sampai 400 pengguna, namun yang terlayani sekitar 275 pengguna saja.
"Ya ada penurunan, tapi masih dalam kategori sedang lah ya. Karena kan sekarang itu tadi, loker-loker langsung. Itu banyak juga. Mereka kan bisa hubungi (langsung tanpa yayasan) dengan adanya handphone, jadi bisa komunikasi," ungkapnya kepada detikcom belum lama ini.
Walau mengalami penurunan pesanan jasa infal, menurutnya cukup berimbang karena saat ini justru tingkat pengguna pembantu permanen meningkat. Ia menilai ini terjadi karena biaya administrasi yang perlu dibayar hanya pada awal kontrak saja untuk 6 bulan, kontrak selanjutnya tidak perlu bayar lagi. Sementara pembantu infal, perlu bayar administrasi untuk bekerja minimal 10 hari hingga 30 hari.
LPK Tiara Kasih Bunda tidak hanya menawarkan jasa pembantu infal maupun permanen, ada juga jasa suster untuk bayi, balita, dan lansia. Untuk gaji per harinya sekitar Rp 200-250 ribu untuk pembantu infal, dan Rp 300-350 ribu per hari untuk jasa suster. Untuk penyalurannya, sekitar Jabodetabek.
(abr/zlf)
