Mengepel merupakan salah satu cara membersihkan lantai yang mungkin hampir semua pemilik rumah kerjakan. Umumnya, setelah menyapu, mereka akan mengepel.
Bayangannya setelah dipel, lantai yang umumnya berlapis keramik tampak kinclong, bersih, dan kesat sehingga saat diinjak tidak licin, berdebu, apalagi muncul bau amis.
Meskipun terlihat mudah, banyak lho yang mengeluh setelah dipel, lantai justru tidak ada perubahan, tetap ada kotoran tertinggal, tidak kinclong, dan licin. Padahal sama-sama memakai kain pel yang dicelupkan ke dalam campuran air dengan cairan pembersih lantai. Lantas, apa yang salah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang diaspora yang tengah menetap di Australia dan bekerja sebagai penyedia jasa kebersihan bersertifikat Rany Soetanto membagikan beberapa trik mengepel lantai yang 'benar'. Cara ini ia bagikan melalui akun Threadsnya, @rany_soetanto, seperti dilihat detikcom pada Rabu (25/2/2026), berikut cara mengepel beserta bahan yang dipakai.
1. Pilih Kain Pel Datar
Ia menyarankan untuk memakai pel yang kainnya rata atau flat mop yang khusus untuk dibasahkan. Rany mengingatkan jangan sampai tertukar dengan flat mop kering yang fungsinya untuk membersihkan debu dan membuat lantai mengkilat. Ia mengatakan kain yang bentuknya rumbai bak rambut kurang efektif untuk mengepel lantai.
2. Pakai Minyak Esensial
Jika biasanya kita memakai cairan pembersih dengan wewangian macam-macam. Rany menyarankan memakai minyak esensial eucalyptus atau minyak kayu putih, tetapi bukan minyak kayu putih yang sering dipakai untuk mengurangi rasa mual.
3. Air Panas
Cairan tadi dicampurkan ke dalam air panas. Mungkin bagian ini juga yang sering keliru karena kebanyakan orang mengepel hanya memakai air biasa.
"Jadi ngepel yang paling benarnya pakai air panas untuk mempercepat pengeringan (mencegah lantai terlalu lama lembap) serta bisa membunuh kuman dan membuat lantai kinclong)," katanya seperti yang dikutip detikcom dari akun Threadsnya.
Manfaat memakai air panas juga untuk membersihkan lantai yang lengket. Jumlah air panas tidak perlu satu ember, melainkan 1.500 ml. Lalu campuran air tersebut disiram ke flat mop yang sudah diletakkan di dalam ember bersih.
Pastikan air tidak becek, air cukup membasahi permukaan flat mop saja sehingga pengguna tidak perlu repot memeras kain pel yang kotor.
Lalu, siapkan cairan yang sama untuk dituangkan ke kain mikrofiber dan bagian lainnya dimasukkan ke dalam semprotan. Ketika mengepel, lantai bisa sesekali disemprotkan dengan cairan dari botol tersebut sehingga tidak ada noda, kotoran, atau residu yang menempel di lantai.
Sebagai catatan, cara di atas cocok untuk membersihkan lantai keramik. Sementara, jika memakai lantai parquet dan vinyl cukup menggunakan air hangat kuku untuk menghindari lapisan pelindung lantai atau laminasinya rusak.
Itulah tips mengepel yang benar sehingga lantai tampak kinclong, bersih, dan tidak bau amis ala Rany Soetanto, semoga membantu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini











































