Jenis genteng cukup banyak, mulai dari genteng konvensional dari tanah liat, genteng keramik, hingga genteng beton. Dari ketiga jenis tersebut, yang cukup jarang dipakai di Indonesia adalah genteng beton.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, hanya 1,85 persen rumah di Indonesia yang gentengnya memakai bahan beton. Sementara genteng konvensional dari tanah liat justru mendominasi, yakni sekitar 55,86 persen. Kira-kira kenapa ya?
Sebelumnya kenalan dulu dengan atap genteng beton. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI) Gomas Harun mengatakan genteng beton merupakan jenis atap yang terbuat dari pasir dan semen. Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah liat. Namun, karena bahan baku utamanya dari semen, warna genteng ini abu-abu muda hingga tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daya tahan genteng beton bisa cukup lama, asal tidak pecah. Namun, genteng satu ini sangat rentan rusak. Gomas mengatakan pembuatan genteng beton tidak memiliki kerangka apa pun. Berbeda dengan fondasi dinding beton yang dalamnya ada kerangka besi sehingga kokoh.
"Mudah pecah. Mereka kan cetak tanpa ada rangka kemudian dijemur terus. Lama-lama kan pecah juga. Kemudian juga cuaca juga karena kan kejemur terus-terusan di atas ya. Itu kan Indonesia kan agak ekstrim juga kalau panas, panas sekali. Kalau hujan, yah hujan," kata Gomas saat dihubungi detikcom pada Rabu (4/2/2025).
Meskipun berpotensi pecah, Gomas mengatakan kerusakan pada genteng beton tetap bisa diatasi dengan mengoleskan cat berbahan karet. Cara ini bisa mengatasi keretakan ringan dan jangka pendek. Apabila keretakan cukup parah, sebaiknya diganti.
Kelemahannya yang kedua adalah material ini cukup berat sehingga menguras tenaga dan kehati-hatian ketika pemasangannya. Rangka kuda-kuda atapnya pun tidak boleh main-main, harus yang benar-benar mampu menopang genteng tersebut.
"Cuman itu (genteng beton) berat dan harganya juga mahal. Nggak semua orang mampu beli itu," ujarnya.
Itulah penjelasan mengenai genteng beton, semoga membantu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/das)










































