Akhir-akhir ini hujan deras turun hampir seharian. Bukan hanya itu, bahkan hujan turun bisa seminggu penuh.
Detikers pasti sadar udara saat ini cukup dingin dari biasanya karena hujan yang terus turun. Bahkan dinginnya hampir mirip dengan daerah Puncak, Bogor. Sebenarnya suhu saat ini menyenangkan karena tidak perlu repot-repot menyalakan AC dan kipas angin, rumah bisa tetap adem. Namun, hati-hati ada masalah baru yang bakal muncul, yakni rumah lembap.
Kelembapan merupakan musuh utama rumah. Ketika rumah terlalu lembap berbagai masalah akan muncul, mulai dari masalah pada bangunan dan kesehatan. Rumah yang lembap merupakan kondisi yang disukai oleh jamur atau black mold untuk tumbuh pada berbagai titik di rumah. Ciri-cirinya adalah muncul noda berwarna gelap. Umumnya, jamur tumbuh di bagian rumah yang sering basah dan lembap, seperti plafon yang bocor, dinding, perabotan, hingga kusen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noda tersebut bukan hanya merusak tampilan rumah dan perabotan, melainkan bisa memicu penyakit pernapasan. Black mold dapat melepas spora-spora yang apabila terhirup oleh manusia bisa memicu asma dan batuk. Apabila mengenai kulit dapat memicu gatal-gatal dan alergi.
Cara Mencegah Rumah Lembap
Kelembapan ini harus segera diatasi agar kesehatan penghuni terjaga dan kualitas bangunan tidak menurun. Caranya tidak sulit dan tidak perlu sampai membongkar rumah. Dilansir Tom's Guide, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kelembapan di rumah.
1. Jaga Permukaan Lantai Tetap Kering
Saat hujan, area yang juga mudah lembap adalah lantai. Penyebabnya bisa karena suhu dan rembesan dari air hujan. Selain itu, lantai yang tidak kering juga bisa dikarenakan ruangan tersebut selalu basah, seperti kamar mandi dan kurangnya ventilasi di dalamnya.
Lantai yang selalu lembap, lama kelamaan bisa menjadi area yang disukai oleh lumut dan bakteri. Lantai akan mudah licin dan muncul bau tak sedap. Lantai yang licin dapat berbahaya bagi penghuninya. Oleh karena itu, pastikan lantai di rumah selalu kering, bersih, dan kesat.
2. Membuka Jendela
Membuka jendela artinya bukan hanya membiarkan sinar matahari masuk. Di saat hujan seperti ini jarang sekali matahari muncul. Membuka jendela saat hujan fungsinya untuk mengurangi pengap dan memperlancar sirkulasi udara di dalam. Dengan cara ini rumah akan terasa sejuk dan tidak begitu lembap.
3. Letakkan Tanaman yang Bisa Menyerap Kelembapan
Tanaman bukan hanya bisa memproduksi oksigen, mereka juga bisa menyerap kelembapan di sekelilingnya. Namun, memang tidak semua tanaman memiliki kemampuan ini. Contoh tanaman yang sering jadi andalan adalah lidah mertua, lidah buaya, pakis Boston, hingga tanaman rambat sirih gading (pothos). Tanaman-tanaman itu juga cocok diletakkan di dalam rumah sehingga perawatannya mudah.
4. Jaga Suhu Ruangan
Cara paling ampuh memang kita harus menaruh perhatian lebih pada suhu ruangan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, suhu yang ideal adalah sekitar 18-20Β°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Apabila sudah lewat dari batas tersebut, pemilik rumah perlu melakukan sesuatu.
Salah satu cara paling praktis adalah sering-sering membuka jendela agar sirkulasi di dalam rumah teratur. Bisa juga dengan menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara dan membeli perangkat dehumidifier untuk mengurangi kelembapan.
Cara menggunakan dehumidifier dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti akan terlihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).
Itulah cara untuk mengatasi rumah yang lembap, semoga membantu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/dhw)











































