Rumah Lembap Saat Musim Hujan Bisa Timbul Jamur, Ini Cara Cegahnya

Rumah Lembap Saat Musim Hujan Bisa Timbul Jamur, Ini Cara Cegahnya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 23 Jan 2026 12:12 WIB
Rumah Lembap Saat Musim Hujan Bisa Timbul Jamur, Ini Cara Cegahnya
Ilustrasi black mold. Foto: Getty Images/Ekaterina79
Jakarta -

Akhir-akhir ini hujan deras turun hampir seharian. Bukan hanya itu, bahkan hujan turun bisa seminggu penuh.

Detikers pasti sadar udara saat ini cukup dingin dari biasanya karena hujan yang terus turun. Bahkan dinginnya hampir mirip dengan daerah Puncak, Bogor. Sebenarnya suhu saat ini menyenangkan karena tidak perlu repot-repot menyalakan AC dan kipas angin, rumah bisa tetap adem. Namun, hati-hati ada masalah baru yang bakal muncul, yakni rumah lembap.

Kelembapan merupakan musuh utama rumah. Ketika rumah terlalu lembap berbagai masalah akan muncul, mulai dari masalah pada bangunan dan kesehatan. Rumah yang lembap merupakan kondisi yang disukai oleh jamur atau black mold untuk tumbuh pada berbagai titik di rumah. Ciri-cirinya adalah muncul noda berwarna gelap. Umumnya, jamur tumbuh di bagian rumah yang sering basah dan lembap, seperti plafon yang bocor, dinding, perabotan, hingga kusen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Noda tersebut bukan hanya merusak tampilan rumah dan perabotan, melainkan bisa memicu penyakit pernapasan. Black mold dapat melepas spora-spora yang apabila terhirup oleh manusia bisa memicu asma dan batuk. Apabila mengenai kulit dapat memicu gatal-gatal dan alergi.

Cara Mencegah Rumah Lembap

Kelembapan ini harus segera diatasi agar kesehatan penghuni terjaga dan kualitas bangunan tidak menurun. Caranya tidak sulit dan tidak perlu sampai membongkar rumah. Dilansir Tom's Guide, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kelembapan di rumah.

ADVERTISEMENT

1. Jaga Permukaan Lantai Tetap Kering

Saat hujan, area yang juga mudah lembap adalah lantai. Penyebabnya bisa karena suhu dan rembesan dari air hujan. Selain itu, lantai yang tidak kering juga bisa dikarenakan ruangan tersebut selalu basah, seperti kamar mandi dan kurangnya ventilasi di dalamnya.

Lantai yang selalu lembap, lama kelamaan bisa menjadi area yang disukai oleh lumut dan bakteri. Lantai akan mudah licin dan muncul bau tak sedap. Lantai yang licin dapat berbahaya bagi penghuninya. Oleh karena itu, pastikan lantai di rumah selalu kering, bersih, dan kesat.

2. Membuka Jendela

Membuka jendela artinya bukan hanya membiarkan sinar matahari masuk. Di saat hujan seperti ini jarang sekali matahari muncul. Membuka jendela saat hujan fungsinya untuk mengurangi pengap dan memperlancar sirkulasi udara di dalam. Dengan cara ini rumah akan terasa sejuk dan tidak begitu lembap.

3. Letakkan Tanaman yang Bisa Menyerap Kelembapan

Tanaman bukan hanya bisa memproduksi oksigen, mereka juga bisa menyerap kelembapan di sekelilingnya. Namun, memang tidak semua tanaman memiliki kemampuan ini. Contoh tanaman yang sering jadi andalan adalah lidah mertua, lidah buaya, pakis Boston, hingga tanaman rambat sirih gading (pothos). Tanaman-tanaman itu juga cocok diletakkan di dalam rumah sehingga perawatannya mudah.

4. Jaga Suhu Ruangan

Cara paling ampuh memang kita harus menaruh perhatian lebih pada suhu ruangan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, suhu yang ideal adalah sekitar 18-20Β°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Apabila sudah lewat dari batas tersebut, pemilik rumah perlu melakukan sesuatu.

Salah satu cara paling praktis adalah sering-sering membuka jendela agar sirkulasi di dalam rumah teratur. Bisa juga dengan menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara dan membeli perangkat dehumidifier untuk mengurangi kelembapan.

Cara menggunakan dehumidifier dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti akan terlihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).

Itulah cara untuk mengatasi rumah yang lembap, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads