Setiap rumah pasti memiliki septic tank sebagai tempat penampungan limbah di rumah. Tanpa ini, kotoran yang dibuang di toilet pasti akan terbuang ke selokan atau sungai. Risikonya sekitar rumah pasti tercium bau tak sedap.
Keberadaan septic tank di rumah tidak mengganggu atau mempersulit penghuni rumah. Septic tank bukan penampungan yang harus disedot setiap hari atau dibersihkan hingga kinclong. Di dalam wadah tersebut ada bakteri baik yang dapat mengurai limbah sehingga tidak menumpuk.
Septic tank hanya perlu disedot minimal setahun sekali dan tidak perlu dibersihkan. Tugas penghuni rumah adalah menjaga agar septic tank tersebut dapat menampung dan tidak ada benda asing terbuang ke sana. Sebab, salah pemakaian justru dapat menyebabkan septic tank meledak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja hal yang bisa menyebabkan septic tank bermasalah?
Kesalahan Menggunakan Septic Tank
1. Membuang Barang ke WC
Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho, mengingatkan selain kotoran, barang padat yang tidak seharusnya dibuang ke kloset atau WC tidak boleh dibuang ke sana. Barang-barang itu mengakibatkan penyumbatan pada saluran pipa sehingga sulit menyiram WC.
Apalagi benda tersebut menyumbat di tengah pipa, air dan kotoran tidak dapat mencapai ke septic tank.
"Kalau WC-nya lubang pipa tersumbat, kita nggak tahu apakah ini tandanya sudah penuh atau tidak tangki septiknya, sehingga mau tidak mau kita harus ngeceknya (dengan) kita buka manhole, kita masukan tongkat, kita cucuk ke dalam seberapa besar nanti kelihatan ketinggian dari lumpur itu," ujarnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.
2. Memasukkan Barang Terbakar ke Septic Tank
Api dapat memicu ledakan pada septic tank. Jangan pernah memasukkan barang yang mudah terbakar ke dalam septic tank karena ada gas metana di dalam tangki yang rawan terbakar.
Sudah ada kasus terjadinya ledakan pada septic tank ketika petugas hendak memeriksa isi tangki setelah penyedotan. Endro menyebut cara yang lebih tepat untuk memeriksa isi tangki adalah dengan memasukan tongkat ke dalamnya.
"Pemicunya (ledakan ada) tiga. Kalo tadi kita lihat kejadian, bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole. Yang ketiga, dia membakar, pemicunya kan membakar koran terus dilempar ke dalam (septic tank). Ada yang membakar, kalau sudah terbakar, ada oksigen akan makin kencang," pungkasnya.
3. Tidak Rutin Sedot Septic Tank
Meskipun tidak harus setiap hari, kita perlu memperhatikan septic tank dan disedot secara berkala menggunakan truk vakum dengan jangka waktu yang disarankan, yakni setiap tiga tahun sekali. Di samping ada bakteri pengurai, penyedotan berfungsi untuk mengurangi tumpukan padatan atau lumpur septic tank agar air tidak meluap keluar ataupun kotoran terbawa ke area resapan.
"Nggak mesti menunggu penuh dulu karena kalau menunggu penuh, posisinya justru malah kita nggak sadar bahwa tangki septiknya sudah mencemari. Karena air akan tetap keluar kecuali kalau misalnya ada gangguan sebelumnya atau kemudian meluber," ujar Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.
"Tidak semuanya tangki septik ada tanda-tandanya seperti itu. Jadi itu kenapa kita memperkenalkan ada namanya layanan lumpur tinja terjadwal supaya penyedotannya itu nggak mesti menunggu kalau ada masalah," sambungnya.
4. Membuang Bahan Pembunuh Bakteri ke WC
Seperti yang disebut sebelumnya bahwa bakteri baik bernama anaerob yang membuat septic tank tidak penuh. Bakteri tersebut mengurai limbah-limbah sehingga menumpuk.
Bakteri ini sebenarnya dapat hidup sendiri tanpa perlu dikembangbiakkan. Namun, kita bisa menjadi faktor bakteri ini musnah. Penyebabnya karena membuang bahan-bahan pembersih yang bersifat keras, sehingga dapat membunuh bakteri anaerob yang hidup di tangki septik seperti cairan pembersih lantai kamar mandi.
"Pakai jenis cuci tangan di atas toilet atau pakai sabun untuk skala kecil itu nggak ada masalah sebenarnya. Tapi kalau kita pakai bahan bangunan yang tipenya keras, yang asam keras itu bisa membunuh bakteri. Itu juga tidak boleh dibuang ke dalam lubang tangki septik," jelasnya.
Itulah beberapa hal yang harus dihindari supaya tidak memicu masalah pada septic tank. Semoga bermanfaat!
(aqi/das)
