Setiap pulang ke rumah, benda yang pasti didatangi adalah kasur karena kebanyakan orang pulang untuk tidur dan beristirahat.
Saat berbaring, ada yang sudah mengganti pakaian dan ada pula yang masih memakai baju kotor dari luar. Bisa dibayangkan betapa kotornya seprai kasur yang terkena kotoran dari baju yang belum diganti?
Dilansir dari BBC, perusahaan kasur Amerika Amerisleep sempat membuat penelitian pada 2013. Mereka mengambil sampel dari seprai dan sarung bantal yang belum dicuci selama seminggu. Hasilnya, bahan pelapis kasur dan bantal tersebut mengandung sekitar tiga juta bakteri per inci persegi atau sekitar 17.000 kali lebih banyak daripada dudukan toilet rata-rata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ada juga penelitian yang dilakukan oleh Denning dan rekan-rekannya pada 2006. Mereka mengumpulkan enam bantal dari teman dan keluarga. Bantal-bantal tersebut digunakan secara teratur dan berusia antara 18 bulan hingga 20 tahun. Hasilnya semua bantal mengandung jamur, terutama spesies yang biasa hidup di tanah, yakni Aspergillus fumigatus.
"Jika dilihat dari angkanya, kita berbicara tentang miliaran atau triliunan partikel jamur di setiap bantal," kata Denning seperti dikutip pada Jumat (16/1/2026).
Kenapa Seprai dan Sarung Bantal yang Jarang Diganti Kotor?
Menurut Denning, sumber bakteri dan jamur itu dari keringat malam dan kepala penggunanya. Ditambah pada setiap seprai dan sarung bantal juga pasti memiliki tungau debu dan kotoran tungau debu menyediakan makanan bagi jamur untuk hidup.
Kain di tempat tidur juga bisa menjadi lembap karena ditimpa badan dalam jangka waktu yang lama. Alhasil kain tersebut lembap yang disukai oleh jamur.
Lingkungan yang sudah mendukung ini diperparah oleh sikap malas penggunanya yang enggan mencuci dan mengganti seprai dan sarung bantal secara teratur. Otomatis jamur dapat hidup dengan tenang dan dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun.
Cara Membersihkan Seprai dan Sarung Bantal
1. Menepuk-nepuk Tempat Tidur
Salah satu cara untuk membersihkan sedikit keberadaan jamur adalah ketika kita menepuk bantal yang dapat melepaskan spora jamur ke kamar tidur kita. Meskipun cara ini tidak efektif untuk membersihkan secara maksimal, tetapi cara tersebut dapat membersihkan tahap awal sebelum dicuci.
2. Mencuci
Banyak temuan jika jamur tetap dapat bertahan pada kain bahkan setelah dicuci dengan 50 derajat Celcius. Namun, jika sebelumnya sudah mengempukkan kasur, beban pembersihan akan berkurang. Sebagai catatan, tidak semua seprai bisa dicuci pada suhu panas, sebaiknya cek lagi cara perawatan seprai berdasarkan bahannya.
3. Setrika
Ingat, tahap akhir setelah cucian kering adalah menyetrikanya. Cara ini dapat mengurangi jumlah bakteri terutama pada bahan linen.
Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Seprai dan Sarung Bantal?
Sebagian besar ahli menyarankan agar seprai dan sarung bantal diganti dan dibersihkan setiap minggu. Denning menambahkan, jika penggunanya tidak menderita asma, atau kondisi paru-paru atau penyakit sinus, maka bantal harus diganti setiap 2 tahun sekali.
Sementara, bagi pengguna yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, ganti bantal setiap 3-6 bulan sekali.
Itulah penyebab, cara mencegah, dan membersihkan seprai dan bantal yang dipakai.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/abr)











































